Menaruh Harapan pada Menteri Nadiem Makarim

Kompas.com - 06/11/2019, 09:19 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem  Makarim sebelum pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju serta pejabat setingkat menteri. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOMenteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim sebelum pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju serta pejabat setingkat menteri.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang saat ini juga membawahi Pendidikan Tinggi, memegang peran sentral dalam menentukan ke mana arah generasi masa depan akan dibawa.

Pendidikan kita saat ini masih menghadapi tantangan besar dengan belum meratanya pertumbuhan ekonomi di Indonesia, yang tentu saja berdampak pada tidak meratanya kualitas pendidikan masyarakatnya.

Ketimpangan atau kesenjangan pendidikan di kota-luar kota, Jawa-luar Jawa di wilayah Barat, Tengah dan Timur Indonesia masih menjadi persoalan serius yang memerlukan langkah-langkah terobosan yang tidak biasa.

Kondisi sosial budaya pun berperan penting menciptakan atmosfer yang menunjang kemajuan pendidikan, selain hal yang terkait langsung lainnya seperti guru, pengelola, peserta didik, masyarakat, dan pemerintah sebagai pembuat kebijakan.

Visi Presiden dan figur Nadim

Visi Presiden Jokowi dalam masa pemerintahan 2019-2024 salah satunya menjadikan pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas 2045 sebagai fokusnya, selain pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

Lompatan kemajuan dalam bidang pendidikan nasional menyikapi adanya disrupsi teknologi dan manajemen besar pendidikan nasional, menurut Presiden, harus dikelola dengan teknologi tanpa menggeser tujuan pendidikan, yaitu membangun karakter dan jati diri bangsa.

Lompatan ini memerlukan figur yang berani mendobrak hal-hal yang monoton.
Pendidikan diarahkan pada vocational training/school, dan membangun manajemen talenta Indonesia untuk menciptakan SDM yang mampu bersaing secara global.

Nadiem Makarim adalah sosok yang diberi mandat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia Indonesia.

Menurut Presiden, Indonesia, dengan potensi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara maupun dunia, harus mampu berkompetisi.

Untuk mencapai tujuan tersebut, perlu adanya kurikulum nasional yang sifatnya wajib untuk mencapai kompetensi tertentu. Artinya, akan terjadi perombakan kurikulum secara revolusioner dalam pendidikan kita.

Beberapa penguasaan individu harus termuat dalam kurikulum wajib di antaranya penguasaan bahasa Inggris untuk menjadikan internet dan dunia online sebagai dunia pengetahuan tak terbatas seperti di sekolah, dan peluang mencari ilmu pengetahuan secara mandiri dalam mengasah skill.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X