BrandzView
Konten ini merupakan kerjasama Kompas.com dengan Binus

Masuki Era Industri 4.0, Binus Malang Ingin Ciptakan Entreprenuer Berbasis Teknologi Digital

Kompas.com - 16/11/2019, 09:08 WIB
Kampus Binus di Malang hadir difokuskan pada Digital Technopreneur Center. BINUSKampus Binus di Malang hadir difokuskan pada Digital Technopreneur Center.

KOMPAS.com - Era revolusi industri 4.0 mau tak mau harus dihadapi insan muda di Indonesia.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada 2018 menyebutkan, penduduk remaja berusia 10-24 tahun di Indonesia berjumlah sekira 66 juta.

Presiden Jokowi dalam pidato pelantikannya Minggu (20/10/2019) menyebutkan, bonus demografi yang dialami Indonesia bakal berdampak positif jika pemerintah berhasil menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas sebanyak-banyaknya.

Akan tetapi, dalam mempersiapkan bibit muda yang memiliki daya saing tak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Di sini, peran institusi pendidikan juga sama pentingnya.

Baca juga: Binus Malang Perkuat Wirausaha Digital di Kawasan Timur Indonesia

Hal tersebut diyakini Ketua Yayasan Bina Nusantara, Bernard Gunawan, saat meresmikan kampus baru Binus University (Binus) di Malang, Jawa Timur (Jatim).

“Institusi pendidikan harus mampu beradaptasi dan memberikan peran dalam membangun ekosistem yang bersinergi di era saat ini,” ucap dia dalam pernyataan tertulis, Minggu (3/11/2019).

Maka dari itu, lanjut dia, sebagai perwujudan peran institusi pendidikan, Kampus Binus di Malang difokuskan pada Digital Technopreneur Center.

“Ini upaya untuk mendorong pertumbuhan digital, teknologi dan entrepreneurship di Jatim dan Indonesia bagian timur,” sambungnya.

Baca juga: Ini Cara Binus Siapkan Mahasiswa Masuk Industri Digital

Bernard melanjutkan, kehadiran kampus Binus Malang ini bertujuan melahirkan entrepreneur muda yang memiliki basis pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan bisnisnya.

Ia berharap dengan semakin banyaknya populasi entrepreneur muda dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di Indonesia Timur.

“Sekaligus mendukung pemerataan perekonomian di Indonesia,” tambahnya.

Perlu diketahui, peresmian kampus Binus di Malang telah dilakukan pada 23 hingga 26 Oktober 2019 lalu bersamaan dengan kegiatan Festival Digital Technopreneur.

Kegiatan tersebut mampu menarik minat ribuan orang untuk hadir.

Di sana, pengunjung dapat memetik pengalaman dan ilmu dari kegiatan talk show yang diisi oleh berbagai narasumber yang kompeten di dunia digital, sebut saja Facebook, Gojek, Grab, Tokopedia, dan Kompas Gramedia.

Selain itu juga terdapat narasumber yang berasal dari para ahli di bidang teknologi, kewirausahaan, media, dan industri kreatif.

Tak hanya belajar, di kegiatan Festival Digital Technopreneur juga turut menyediakan sajian kuliner lokal, foodtruck, pameran, dan hiburan.

Komitmen Binus

Bernard melanjutkan, hadirnya Binus di Malang merupakan bukti komitmen pihaknya dalam menyediakan kualitas pendidikan yang mampu memberdayakan masyarakat untuk Indonesia yang lebih baik.

Kini Binus sudah berada sejumlah kota di Indonesia seperti Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, dan yang terbaru Malang.

Seluruh kampus tersebut memiliki tujuan untuk mencetak dan mempersiapkan lulusan yang tidak hanya berkualitas secara akademis, namun juga mampu dalam memberdayakan masyarakat dan berkontribusi membangun bangsa.

Jika ditotal secara keseluruhan, Binus telah memiliki lebih dari 150.000 komunitas yang bernama Binusian yang terdiri dari 40.000 mahasiswa aktif dari seluruh Indonesia.

“Sisanya merupakan 110.000 alumni kami (Binus) yang tersebar diseluruh dunia,” terang Bernard.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.