Garena Free Fire dan YCAB, Tumbuhkan Kepedulian Anak Muda lewat Gim Daring

Kompas.com - 17/11/2019, 20:20 WIB
Rumah Belajar YCAB sejak didirikan tahun 2003 memiliki program pelatihan komputer bagi para murid yang berasal dari keluarga prasejahtera. DOK. YCABRumah Belajar YCAB sejak didirikan tahun 2003 memiliki program pelatihan komputer bagi para murid yang berasal dari keluarga prasejahtera.

KOMPAS.com - Garena Free Fire, gim berbasis daring yang berkolaborasi dengan DJ Alok, DJ asal Brazil, melakukan kemitraan dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) untuk meluncurkan program "Digital Future Ready Training Programme".

Dalam kemitraan ini, Garena dan Alok akan menggunakan sebagian dari hasil penjualan konten Alok untuk menciptakan peluang pendidikan bagi anak muda dari kalangan prasejahtera di Indonesia dan seluruh dunia.

Program pelatihan ini bertujuan mempersiapkan anak muda dari kalangan prasejahtera di Indonesia dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menangkap peluang dalam ekonomi digital yang berkembang pesat.

“Misi kami yang paling utama adalah untuk meningkatkan kesejahteraan di Indonesia melalui pendidikan dan pembiayaan yang inovatif,” ungkap Susi Hermijanto, Chief Operating Officer YCAB melalui rilis resmi (5/11/2019).

Susi menambahkan, “Kami sangat menyambut baik kolaborasi dengan Garena untuk memberdayakan lebih banyak anak muda dari kalangan prasejahtera di Indonesia. Kami percaya membekali mereka dengan keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia digital yang berkembang cepat akan memperluas kesempatan karir di masa depan.”

Kepedulian lewat game

YCAB adalah mitra amal global percontohan di Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Sementara itu di Brasil, profit juga akan digunakan untuk insiatif yang mendukung anak muda setempat memperoleh kesempatan pendidikan.

Baca juga: China Larang Anak-anak dan Remaja Main Game Lebih dari 90 Menit

“Seiring dengan usaha untuk terus membangun komunitas game, kami juga berupaya memberikan dampak sosial dengan tujuan memastikan generasi pemain kami berikutnya menerima peluang pendidikan yang tepat,” ujar Harold Teo, produser Free Fire Garena.

Kepada Kompas.com (11/11/2019) Ketua YCAB Veronica Colondam menyampaikan dengan menggandeng kerja sama dengan Garena, YCAB berharap dapat memperluas jangkauan terhadap anak muda yang menjadi fanbase game Free Fire untuk lebih peduli terhadap isu sosial.

"Dalam era dunia digital berkembang pesat, mobile game tidak bisa hanya dilihat dalam konteks kawan atau lawan bagi anak muda. YCAB sebagai organisasi yang fokus pada pengembangan anak muda mendukung perkembangan ini karena game merupakan bagian dari kehidupan mereka yang tidak bisa dipisahkan begitu saja," ujar Vero.

Vero menambahkan, "Sekarang sudah zaman Esport, yang termasuk dalam olahraga mental, seperti catur atau bridge, yang membutuhkan strategi dari pemainnya. Esport akan memiliki dampak yang positif bila dikelola secara profesional. Ini terbukti dari dukungan negara kita yang memasukkan esport dalam Asian Games 2018 dan mengadakan Piala Presiden esport sejak tahun ini."

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Beasiswa Belajar Bahasa Mandarin di Taiwan, Tunjangan Bulanan Rp 11 Juta

Beasiswa Belajar Bahasa Mandarin di Taiwan, Tunjangan Bulanan Rp 11 Juta

Edukasi
Kedua Korban Terakhir Siswa SMPN 1 Turi Ditemukan, Kwarnas Pramuka Ucapkan Duka Cita

Kedua Korban Terakhir Siswa SMPN 1 Turi Ditemukan, Kwarnas Pramuka Ucapkan Duka Cita

Edukasi
Susur Sungai yang Aman untuk Anak Sekolah Lebih Baik di Pinggir Sungai

Susur Sungai yang Aman untuk Anak Sekolah Lebih Baik di Pinggir Sungai

Edukasi
Beasiswa Penuh S1/S2/S3 MoE Taiwan, Tunjangan Hidup Bulanan Rp 9 Juta

Beasiswa Penuh S1/S2/S3 MoE Taiwan, Tunjangan Hidup Bulanan Rp 9 Juta

Edukasi
“Cookie Run Sweet Escape Adventure!”, Petualangan Sains bersama Para Cookie Hebat!

“Cookie Run Sweet Escape Adventure!”, Petualangan Sains bersama Para Cookie Hebat!

Edukasi
Segera Ditutup! Rekrutmen Perwira TNI bagi Lulusan Sarjana Kesehatan

Segera Ditutup! Rekrutmen Perwira TNI bagi Lulusan Sarjana Kesehatan

Edukasi
 Ini Daftar Nama Tenaga Sensor Lembaga Sensor Film Periode 2020-2024

Ini Daftar Nama Tenaga Sensor Lembaga Sensor Film Periode 2020-2024

Edukasi
61 Jurusan Soshum UPI Berikut Daya Tampung di SBMPTN 2020 dan Peminat 2019

61 Jurusan Soshum UPI Berikut Daya Tampung di SBMPTN 2020 dan Peminat 2019

Edukasi
Daya Tampung SBMPTN 2020 UPI, Ini 29 Jurusan Saintek Berikut Peminat di 2019

Daya Tampung SBMPTN 2020 UPI, Ini 29 Jurusan Saintek Berikut Peminat di 2019

Edukasi
Tingkatkan Keselamatan, Sekolah Bisa Kerja Sama dengan Organisasi Pencinta Alam dan Instruktur Profesional

Tingkatkan Keselamatan, Sekolah Bisa Kerja Sama dengan Organisasi Pencinta Alam dan Instruktur Profesional

Edukasi
Indonesia Punya 718 Bahasa Ibu, Jangan Sampai Punah!

Indonesia Punya 718 Bahasa Ibu, Jangan Sampai Punah!

Edukasi
Siswa SMPN 1 Turi Hanyut, Sekolah Mesti Punya Pengetahuan Manajemen Perjalanan dan Risiko

Siswa SMPN 1 Turi Hanyut, Sekolah Mesti Punya Pengetahuan Manajemen Perjalanan dan Risiko

Edukasi
Penyesuaian Model Kompetensi Guru Sesuai Perkembangan Zaman Perlu Dilakukan

Penyesuaian Model Kompetensi Guru Sesuai Perkembangan Zaman Perlu Dilakukan

Edukasi
Festival Sains dan Budaya 2020, Menggebrak Stigma Peringkat Bawah PISA Siswa Indonesia

Festival Sains dan Budaya 2020, Menggebrak Stigma Peringkat Bawah PISA Siswa Indonesia

Edukasi
Menjadi Manusia Waskita: Mari Kita Bicara tentang Kehilangan (Bagian II)

Menjadi Manusia Waskita: Mari Kita Bicara tentang Kehilangan (Bagian II)

Edukasi
Close Ads X