BrandzView
Konten ini merupakan kerjasama Kompas.com dengan Binus

Pasar Digital Kian Menjanjikan, Binus Malang Kini Fokus Ciptakan Entreprenuer Berbasis Digital

Kompas.com - 21/11/2019, 16:31 WIB
Kegiatan Festival Digital Technopreneur yang digelar oleh Binus Malang pada 23 hingga 26 Oktober 2019 lalu.


BINUSKegiatan Festival Digital Technopreneur yang digelar oleh Binus Malang pada 23 hingga 26 Oktober 2019 lalu.

KOMPAS.com – Indonesia saat ini dinilai sebagai negara yang sangat menjanjikan bagi pasar ekonomi digital.

Terbukti dalam laporan e-Conomy SEA yang dirilis oleh Google, Temasek, dan Bain & Company yang menyebutkan Indonesia masih menjadi negara dengan pertumbuhan paling tinggi di kawasan Asia Tenggara.

Pada tahun ini, ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mendekati 40 miliar dollar AS dan diprediksi akan mencapai 133 miliar dollar AS pada 2025 mendatang.

Jumlah tersebut lebih tinggi 30 persen ketimbang prediksi tahun sebelumnya.

Sementara itu, melansir Kompas.com Rabu (17/7/2019) Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Robert Pakpahan mengatakan Indonesia merupakan negara ketiga terbesar di Asia untuk pasar digital setelah China dan India.

Baca juga: Masuki Era Industri 4.0, Binus Malang Ingin Ciptakan Entreprenuer Berbasis Teknologi Digital

Meski pasar digital di Indonesia sangat menjanjikan, namun bukan berarti bisa dengan mudah untuk diterapkan.

Ketua Yayasan Bina Nusantara Bernard Gunawan mengatakan, butuh pemahaman dan pengetahuan khusus bagi siapapun yang ingin menggelutinya, khususnya para anak muda yang tertarik memulai bisnis berbasis digital agar memiliki daya saing.

“Walaupun bisnis digital sudah menjamur, tetap saja masih banyak yang kurang mengerti konsep dan proses yang harus ditempa oleh seorang pemilik bisnis dalam ranah digital ini,” ujar dia sesuai keterangan rilis yang Kompas.com terima, Senin (12/11/2019).

Maka dari itu, Bernard melanjutkan, hadirnya Binus University (Binus) di kota Malang, Jawa Timur (Jatim) untuk menjawab persoalan tersebut dengan mendorong pertumbuhan digital, teknologi dan entrepreneurship.

Baca juga: Ini Cara Binus Siapkan Mahasiswa Masuk Industri Digital

“Kampus kami (Binus) di Malang difokuskan pada Digital Technopreneur Center,” paparnya.

Binus Malang, lanjut dia, adalah kampus yang tak hanya mendorong mahasiswanya mengembangkan bisnis di ranah digital, tapi juga memperoleh ilmu yang bermanfaat untuk mempertahankan bisnisnya.

Selain itu, Binus Malang turut menjadi pusat bagi Indonesia timur guna mendapatkan akses pendidikan dalam bidang bisnis digital yang setara dengan Indonesia bagian lainnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.