Kompas.com - 22/11/2019, 22:06 WIB

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dapat mengurangi dan merevisi indikator-indikator Standar Nasional Pendidikan untuk fokus pada aspek yang terukur dan dapat diamati dalam proses pendidikan yang terkait erat dengan aspek pembelajaran.

2. Mulai lebih awal

Bank Dunia mencatat saat ini hanya 38,5 persen anak-anak usia 3-6 tahun yang berpartisipasi dalam pendidikan anak usia dini di Indonesia.

Penelitian internasional menunjukkan bahwa investasi dalam pendidikan anak usia dini menghasilkan capaian yang tinggi secara kognitif, ekonomi, dan sosial.

Pemerintah, dalam hal ini dipimpin oleh Kemendikbud dan KementerianAgama(Kemenag) perlu mengambil langkah untuk meningkatkan akses pada pendidikan usia dini yang bermutu untuk setiap anak.

Pemerintah perlu membuat kebijakan tentang program wajib belajar dua tahun pra-pendidikan dasar; dan mengembangkan roadmap untuk mencapai hal ini pada tahun 2030.

3. Meningkatkan kemampuan mengajar guru

Bank Dunia menyebutkan tanpa pengajaran yang lebih baik secara konsisten, siswa di Indonesia tidak akan memperoleh fondasi yang kuat untuk belajar di tahap selanjutnya, atau mendapatkan keterampilan kerja abad 21 dalam ekonomi yang kompetitif danmengglobal.

Pemerintah dapat memastikan bahwa Indonesia memiliki jumlah guru berkualifikasi tinggi di tempat yang membutuhkan, khususnya di sekolah-sekolah yang berprestasi rendah, terpencil, dan di daerah pedesaan, serta memastikan para guru tersebut berkinerja sesuai kemampuan terbaiknya.

Ada 55 persen guru PNS (sekitar 960.000 guru) yang akan pensiun dalam 10 tahun ke depan, dimulai dari tahun 2018.

Saat merekrut guru baru, pemerintah hendaknya hanya menyeleksi calon guru yang berkualifikasi tinggi dengan pengetahuan yang baik terhadap mata pelajaran yang akan diajarkan.

Entah itu sebagai pegawai negeri ataupun guru kontrak dan guru honorer, serta mengujicobakan berbagai cara yang bisa meningkatkan akuntabilitas guru.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.