Kompas.com - 30/11/2019, 19:39 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim di Kantor Kemendikbud, Sabtu (30/11/2019). Dian Erika/KOMPAS.comMendikbud Nadiem Makarim di Kantor Kemendikbud, Sabtu (30/11/2019).

KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyampaikan peninjauan kembali pelaksanaan UN atau Ujian Nasional bukan sekadar wacana hapus-menghapus.

Menurutnya Mendikbud Nadiem yang lebih penting adalah melihat kembali esensi dari pelaksanaan UN itu sendiri.

""Jadi ini (kajian UN) semacam prinsipnya. Jadi semua ini bukan wacana hapus-menghapus tetapi ini juga wacana memperbaiki esensi dari UN sebenarnya itu apa. Apa untuk menilai murid atau untuk menilai sistem," jelas Mendikbud Nadiem.

Ditemui usai menjadi salah satu pembicara dalam Konferensi Pendidikan Indonesia di Gedung Kemendikbud, Jakarta (30/11/2019) banyak aspirasi datang dari masyarakat dan dunia pendidikan untuk mengkaji kembali pelaksanaan UN.

Baca juga: Mendikbud Nadiem Makarim Pastikan UN 2020 Masih Akan Berjalan

Mendikbud Nadiem melanjutkan, banyak pula aspirasi masyarakat yang sebenarnya bukan ingin menghapuskan UN tetapi lebih kepada menghindari dampak-dampak negatif yang ditimbulkan dari UN tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Banyak sekali aspirasi dari masyarakat, dari guru, dari murid dari orangtua yang sebenarnya banyak juga dari mereka yang bukan ingin menghapuskan tetapi menghindari hal-hal yang negatif; dari sisi stress, kayak menghukum siswa yang mungkin dari bidang (UN) itu kurang kuat dan lain-lain," ujar Mendikbud Nadiem.

Pada kesempatan yang sama, Mendikbud Nadiem memastikan UN 2020 akan tetap dilaksanakan sesuai rencana.

"Yang pasti 2020 masih akan jalan UN. Itu sudah kami umumkan biar tenang bagi yang sudah belajar dan lain-lain," tegas Mendikbud Nadiem

Pernyataan Mendikbud Nadiem ini sekaligus menepis kabar beredar di tengah masyarakat dihapusnya UN tahun 2020.

Wacana penghapusan UN ini sempat mencuat setelah sebelumnya dalam rapat bersama (26/11/2019) antara Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, staf khusus Mendikbud dan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) berencana mengkaji kembali pelaksanaan UN.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.