Harmoni Kompetisi dan Kolaborasi di Panggung Pribadi School

Kompas.com - 03/12/2019, 12:47 WIB
Festival Seni dan Budaya yang digelar Pribadi Bilingual School Bandung mengangkat tema Bersatu Menjadi Pribadi yang Berprestasi (22-23/11/2019) melibatkan lebih dari 460 lebih siswa dari 150 sekolah di Bandung Raya untuk saling berkompetisi sekaligus berkolaborasi dalam beragam lomba. DOK. KOMPAS.com/YOHANES ENGGARFestival Seni dan Budaya yang digelar Pribadi Bilingual School Bandung mengangkat tema Bersatu Menjadi Pribadi yang Berprestasi (22-23/11/2019) melibatkan lebih dari 460 lebih siswa dari 150 sekolah di Bandung Raya untuk saling berkompetisi sekaligus berkolaborasi dalam beragam lomba.

KOMPAS.com - Masuk era digital, pendidikan diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan lulusan dengan keunggulan kompetisi saja melainkan juga kemampuan untuk melakukan kolaborasi.

Harmoni antara kompetisi dan juga kolaborasi inilah yang tergambar dalam Festival Seni dan Budaya yang digelar Pribadi Bilingual School Bandung mengangkat tema "Bersatu Menjadi Pribadi yang Berprestasi".

Acara yang digelar pada 22-23 November ini melibatkan setidaknya 460 lebih siswa dari 150 sekolah di Bandung Raya untuk saling berkompetisi sekaligus berkolaborasi dalam beragam lomba seperti; lomba gambar, cerdas-cermat sains dan matematika, tahfiz, cerpen, puisi, tari kreasi, speeling bee, rubik, esai hingga pidato dan story telling.

" Sekolah kami telah terbiasa mengadakan kompetisi seperti matematika atau sains level provinsi. Ini merupakan kali pertama sekolah mengadakan kompetisi di luar matematika dan sains," jelas Rahmat Hidayat Kepala Sekolah Pribadi Bandung.

Jadi pribadi berprestasi

Lebih jauh Rahmat Hidayat menambahkan, "Maknanya (pemilihan tema) adalah kita tidak lagi berkompetisi melainkan harus bersatu, berkolaborasi."

Baca juga: Berkontribusi melalui Kolaborasi dan Inovasi

"Kalau satu sama lain kita saling membuka diri, saling menginspirasi satu sama lain atau kisah kesuksesan, otomatis akan membantu mengajak yang lain untuk melangkah meraih prestasi itu," tegasnya.

Pentingnya membangun semangat kolaborasi dalam proses pembelajaran sebelumnya juga dikemukakan Dewi Sartika, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat yang turut hadir dan membuka gelaran acara.

Dewi Sartika memberikan apresiasi positif pada acara yang digelar, "Acara ini menjadi momen yang baik. Perlu dikembangkan. Teknologi begitu cepat berubah. Dengan terbukanya ruang maya yang mudah diakses, kita semua mengharapkan orangtua, guru, dan kepsek terus mendampingi supaya anak2 tidak masuk dalam lingkungan negatif dari media sosial."

"Tentu dengan kegiatan ini (merupakan) bagian dari menciptakan karakter. Kebiasaan ini harus ditumbuhkan. Ada tarian budaya lokal. Anak-anak percaya diri untuk perform. Banyak perlombaan yang dilakukan," ujar Dewi Sartika.

Ia menambahkan kegiatan seperti ini dapat menumbukan rasa percaya diri dan menumbukan mental juara siswa. "Ke depan kita mengharapkan anak-anak yang mandiri, mampu beradaptasi dan berkolaborasi seperti tema hari ini: menjadi pribadi yang berprestasi."

Kolaborasi dan kompetisi

Festival Seni dan Budaya yang digelar Pribadi Bilingual School Bandung mengangkat tema Bersatu Menjadi Pribadi yang Berprestasi (22-23/11/2019) disertai gelaran pameran hasil inovasi siswa Pribadi dan turut dihadiri Kadisdik Jabar Dewi Sartika.DOK. KOMPAS.com/YOHANES ENGGAR Festival Seni dan Budaya yang digelar Pribadi Bilingual School Bandung mengangkat tema Bersatu Menjadi Pribadi yang Berprestasi (22-23/11/2019) disertai gelaran pameran hasil inovasi siswa Pribadi dan turut dihadiri Kadisdik Jabar Dewi Sartika.

Sisi lain, Kadis Pendidikan Jabar juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan. "Bersatu menjadi pribadi pembelajar. Jadi karkater kuat. Mandiri dan berdaya saing. Harus mampu beradaptasi karena teknologi berkembang," ujar Dewi.

Ia mengajak siswa untuk mandiri menjadi pribadi berkompetisi. Mempunyai ide-ide yang akan ditumbuhkan dengan kebiasaan baik sehingga membawa memberi manfaat bagi masyarakat. " Kompetisi penting, kolaborasi lebih penting," tegasnya.

Semangat kolaborasi ini tidak hanya dilakukan sebatas lingkungan kegiatan sekolah saja. Kepala Sekolah Pribadi Bandung Rahmat Hidayat menyampaikan pihaknya juga membangun kemitraan dengan sekolah negeri yang berada di sekitar Pribadi School.

Rahmat Hidayat menjelaskan, "Sekolah Pribadi juga bermitra dengan sekolah lain seperti SMAN 10 dan SMAN 14 Bandung. Kami melakukan kemitraan dalam pengembangan kurikulum dan mempersiapkan olimpiade kemudian juga untuk program kepemimpinan," ujar Rahmat

"Prinsipnya agar sekolah ini dapat menjadi inspirasi bagi yang lain," ujarnya.

Selain ragam acara lomba, dalam kesempatan tersebut, para siswa Pribadi Bilingual School Bandung juga berkesempatan menggelar pameran hasil penelitian sains yang mereka lakukan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X