Konferensi Internasional Cambridge: Guru Didorong Jadi Manusia Pembelajar

Kompas.com - 09/12/2019, 10:34 WIB
Ben Schmidt, Direktur Regional Asia Pasifik Cambridge Internasional dalam Cambridge School Conference yang digelar di Bali, 9-10 Desember 2019 dengan mengangkat tema besar Evaluating Impact: How Effective Our School and Classrom Practice. DOK. KOMPAS.com/YOHANES ENGGARBen Schmidt, Direktur Regional Asia Pasifik Cambridge Internasional dalam Cambridge School Conference yang digelar di Bali, 9-10 Desember 2019 dengan mengangkat tema besar Evaluating Impact: How Effective Our School and Classrom Practice.

KOMPAS.com - Long life learner atau menjadi manusia pembelajar menjadi intisari dari pendidikan, tidak hanya bagi siswa namun juga bagi para guru sebagai ujung tombk pembelajaran di dalam kelas.

Semangat menjadi manusia pembelajaran inilah yang coba dipantik dalam Cambridge School Conference yang digelar di Bali, 9-10 Desember 2019 dengan mengangkat tema besar "Evaluating Impact: How Effective Our School and Classrom Practice".

Konferensi internasional Cambridge Internasional tahun ini diikuti setidaknya  217 sekolah dari 37 negara. Sebanyak 140 delegasi dari Indonesia mengikuti konferensi internasional ini.

Dalam sambutannya, Ben Schmidt (Regional Director Southest Asia & Pacific, Cambridge International) mengangkat soal indahnya perbedaan yang terangkum dalam filosofi Bhinneka Tunggal Ika. Ia berharap semangat ini dapat menjadi semangat dalam konferensi internasional ini.

"Berbagai praktisi pendidikan dari berbagai negara berkumpul di sini untuk saling berbagi pengetahuan mereka dan semoga ini dapat saling memperkaya dan memajukan pendidikan," ujar Ben dalam sambutannya.

Baca juga: Upacara Hari Guru Nasional, Nadiem Bicara Soal Merdeka Belajar dan Guru Penggerak

Guru jadi kunci keberhasilan

Menyampaikan pesan Christine Ozden (Chief Executive Cambridge International), Ben Schmidt menjelaskan berdasarkan hasil riset, guru yang baik menjadi kunci keberhasilan menghasilkan lulusan unggul.

"Dan salah satu fokus dan tujuan Cambridge International adalah membantu sekolah bagaimana memperkuat kompetensi guru dalam melakukan praktik pembelajaran di kelas," tegasnya. 

Hal senada disampaikan Tristian Stobie (Director Education Cambridge Internasional). Ia menyampaikan guru yang luar biasa adalah guru yang terus membua progress pembelajaran untuk para siswa dari latar belakang berbeda.

Menurutnya keberhasilan guru dalam pembelajaran bukan hanya menyiapkan siswa ke jenjang pendidikan tinggi namun membuat siswa menjadi manusai yang selalu haus akan pengetahuan dan menjadi manusia pembelajar.

Untuk itu Tristian mendorong sekolah dan guru tidak cepat berpuas diri dengan capaian yang telah diraih. "Guru dan sekolah harus terus melakukan evaluasi profesional atas praktik pembelajaran yang mereka lakukan di kelas," tegas Tristian.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X