Wisuda Universitas Prasmul: Semangat Keterbukaan Jendela Menuju Perubahan

Kompas.com - 11/12/2019, 08:46 WIB
Para wisudawan Universitas Prasetiya Mulya dalam acara wisuda bertema ?Rediscovering Openness in The Age of Connected Intelligent Technologies? yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center pada Selasa (10/12).

Dok. Universitas Prasetiya MulyaPara wisudawan Universitas Prasetiya Mulya dalam acara wisuda bertema ?Rediscovering Openness in The Age of Connected Intelligent Technologies? yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center pada Selasa (10/12).

KOMPAS.com - Setiap manusia perlu memiliki semangat keterbukaan untuk menghadapi perkembangan teknologi yang menuntut adaptasi cepat. Keterbukaan akan menjadi jendela bagi manusia untuk mengembangkan diri menjadi insan yang mampu menyelesaikan masalah-masalah di dunia.

Hal tersebut disampaikan Rektor Universitas Prasetiya Mulya, Prof Djisman Simandjuntak seusai menghadiri acara wisuda Universitas Prasetiya Mulya dengan tema “Rediscovering Openness in The Age of Connected Intelligent Technologies” yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center pada Selasa (10/12/2019).

Prof Djisman mengatakan semangat keterbukaan perlu dimiliki saat menghadapi temuan-temuan ilmu pengetahuan baru. Manusia perlu terbuka untuk memahami dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan.

"Kita tahu keterbukaan itu adalah jendela untuk mengakses teknologi yang diperlukan. Juga jendela kita unutk bertukar pikiran dengan warga dunia. Kalau jendela ini ditutup, kita akan menghadapi masalah besar," ujar Prof. Djisman.

Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan seperti di bidang teknologi memiliki dua sisi seperti mata pedang. Teknologi bisa membantu manusia sekaligus bisa menyulitkan manusia.

"Tapi seandainya umat manusia bisa memobilisasi seluruh teknologi, maka persoalan besar yang dihadapi manusia saat bisa terselesaikan," tambah Prof. Djisman.

Baca juga: Penerapan Growth Mindset dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0 ala Tokopedia

Ia meminta semua aspek turut berpartisipasi dalam keterbukaan guna menjawab tantangan zaman. Menurutnya, saat ini lulusan perguruan tinggi mesti menjadi kampiun dalam rangka penemuan ulang arti keterbukaan.

Langkah awal membangun kerja sama

Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu.Dok. Universitas Prasetiya Mulya Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu.

Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu mengatakan ketidakpastian yang timbul karena perang dagang global mengakibatkan tantangan bagi perekonomian Asia pada 2020 mendatang.

Untuk itu, Indonesia harus bersiap untuk beradaptasi dengan cepat termasuk menunjukkan sikap keterbukaan terhadap berbagai inovasi yang akan hadir di masa mendatang.

“Dinamika perekonomian global harus disikapi dengan semangat keterbukaan guna menjawab semua tantangan dan mengubahnya menjadi peluang," kata Mari dalam siaran pers yang diterima Kompas.com

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X