Nadiem: Ujian Sekolah Pilihan Ganda Menutup Pengembangan Siswa Kita

Kompas.com - 24/12/2019, 09:15 WIB
Proses USBN berbasis android di SMK Muhammadiyah, Kota Magelang, Jawa Tengah, Selasa (9/4/2019). KOMPAS.com/IKA FITRIANAProses USBN berbasis android di SMK Muhammadiyah, Kota Magelang, Jawa Tengah, Selasa (9/4/2019).

KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim mengatakan mempertahankan sistem Ujian Sekolah dengan pilihan ganda akan menutup pengembangan diri siswa.

Ia menekankan sekolah yang berinovasi untuk mengubah konsep Ujian Sekolah berbasis pilihan ganda minim resiko.

Hal itu menanggapi kesiapan sekolah dalam penerapan konsep Ujian Sekolah di program Merdeka Belajar.

"Semua orang mengira ini suatu resiko yang sangat besar. Padahal resiko untuk mempertahankan sistem (Ujian Sekolah) pilihan ganda berstandar seperti ini itulah yang menutup development daripada murid-murid kita sekarang," kata Nadiem dalam temu media di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Senin (23/12/2019).

Baca juga: Cetak Biru Pendidikan Nasional, Nadiem Minta Guru Mandiri Nilai Siswa

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, lanjutnya, mempersilakan sekolah yang sudah siap untuk melakukan konsep penilaian Ujian Sekolah baru. Nadiem melanjutkan, sekolah masing-masing yang menentukan kesiapan untuk mengubah konsep penilaian berbasis pilihan ganda.

"Resikonya sangat rendah untuk membiarkan inovasi ini terjadi. Karena hanya dengan itulah (perubahan konsep Ujian Sekolah) guru-guru mulai melakukan introspeksi diri," ujar Nadiem.

Setelah proses refleksi oleh guru, lanjut Nadiem, guru-guru bisa menciptakan penilaian yang sesuai untuk Ujian Sekolah. Proses pembelajaran siswa yang berdasarkan kompetensi akan bisa terjadi setelah guru mengerti esensi dari kompetensi yang diajarkan.

"Regulasinya jelas, pokoknya ditentukan oleh sekolah. Bukan berarti gak berstandar ya. Banyak mispersepsi," jelasnya.

Ia menyebutkan, meskipun penilaian Ujian Sekolah dibebaskan ke pihak sekolah, standar kompetensi kelulusan siswa masih mengacu kepada Standar Kurikulum 2013.

Di dalam Standar Kurikulum 2013, sudah ada kompetensi dasar dan inti untuk standar kelulusan siswa.

"Yang dibebaskan adalah untuk mengambil itu kompetensi dan menciptakan soal-soal dan sistem penilaian lain yang sebagai mengevaluasi kompetensi itu," ujar Nadiem.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X