Definisi Guru Masa Depan Harus Dijelaskan dalam Cetak Biru Pendidikan

Kompas.com - 25/12/2019, 15:30 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (tengah) menyapa para guru saat menghadiri puncak peringatan HUT ke-74 PGRI di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (30/11/2019). ANTARA FOTO/Fakhri HermansyahMenteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (tengah) menyapa para guru saat menghadiri puncak peringatan HUT ke-74 PGRI di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (30/11/2019).

KOMPAS.com - Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia, Muhammad Ramli Rahim mengatakan definisi-definisi tentang guru yang didengungkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim harus dijelaskan dengan baik di dalam cetak biru pendidikan Indonesia.

Definisi guru di masa depan seperti dalam program "Merdeka Belajar" tak boleh salah penafsiran.

"Guru merdeka guru Mandiri atau apapun istilah-istilah yang disematkan terhadap guru masa depan seharusnya terdefinisi dengan baik dalam cetak biru pendidikan nasional," kata Ramli saat dihubungi Kompas.com, Selasa (24/12/2019).

Definisi utuh guru di cetak biru

Menurutnya, definisi-definisi guru tak boleh dipahami parsial oleh masyarakat dan pegiat pendidikan. Cetak biru pendidikan seharusnya bisa menjelaskan apa istilah-istilah yang di dalam program pemerintah.

"Jangan sampai definisi-definisi itu parsial definisi-definisi itu tidak utuh dan kemudian banyak orang membuat tafsir yang salah atau berbeda dengan apa yang dimaksudkan oleh pemerintah saat ini," ujar Ramli.

Baca juga: Pengamat: Cetak Biru Pendidikan Mesti Sesuai Turunan UU Pendidikan

Ramli menegaskan saat ini cetak biru pendidikan nasional memang dibutuhkan. Menurutnya, selama ini Indonesia selalu melakukan pergantian kebijakan dalam bidang pendidikan.

"Namun harus dipahami bahwa cetak biru pendidikan ini harus disusun dalam jangka waktu yang cukup panjang mungkin sekitar 50 sampai 100 tahun kemudian apa yang ingin dicapai," tambah Ramli.

Tujuan yang ingin dicapai, lanjutnya, terkait pendidikan di masa depan yang mampu mengantisipasi perubahan zaman. Selain itu, tentang pendidikan yang mampu menyiapkan anak-anak bangsa menghadapi ketatnya persaingan global.

Poin-poin seperti Merdeka Belajar dan Guru Penggerak seringkali disebutkan Nadiem dalam setiap kesempatan pertemuan. Menurut Nadiem, Merdeka Belajar dan Penggerak menjadi poin terpenting dalam peningkatan pendidikan di Indonesia.

Merdeka Belajar masuk dalam cetak biru

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim meminta waktu enam bulan untuk menyiapkan blue print sistem pendidikan Indonesia.

Ia menilai sistem pendidikan Indonesia tak bisa disiapkan secara terburu-buru.

Blue print untuk ke mana ini arah pendidikan sudah dibuat tapi ini tidak bisa tergesa-gesa ya. Membutuhkan benar-benar (waktu) karena kita sudah banyak materi, riset, tapi harus dikemas suatu strategi,” kata Nadiem dalam acara temu media di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Senin (23/12/2019).

Dalam waktu enam bulan ke depan, Nadiem berharap blue print sistem pendidikan Indonesia sudah selesai di tahap draft.

Nadiem menyebutkan, konsep Merdeka Belajar yang baru diluncurkan adalah salah satu bagian dari blue print sistem pendidikan Indonesia.

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X