Kompas.com - 30/12/2019, 13:08 WIB
Bang Latip (tengah berjaket merah) saat mengikuti Jambore 50 Tahun Mapala UI di Lembah Suryakencana Gunung Gede, Jawa Barat, Desember 2014. KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJOBang Latip (tengah berjaket merah) saat mengikuti Jambore 50 Tahun Mapala UI di Lembah Suryakencana Gunung Gede, Jawa Barat, Desember 2014.

Saya berada di kanal Travel, Bang Latip waktu itu memegang kanal Edukasi dan Properti.

Di kantor, Bang Latip sering juga disapa dengan Kong Latip, Latip Ads, Mas La, Babeh, dan lainnya.

Elu kalau di kantor, tunjukin aja karya lu. Karya lu gak akan pernah bohong. Gak usah terlalu dipikirin kalau ada ini dan itu,” kata Bang Latip dalam rangka pemberian wejangan di Bentara Budaya Jakarta. Seperti biasa, sambil nongkrong-nongkrong, ketawa-ketiwi.

Bang Latip, memang mentor saya di segala bidang. Dari urusan remeh temeh seperti naik kereta rel listrik hingga urusan KPR rumah.

Urusan percintaan dan keluarga juga menjadi perbincangan. Bang Latip jadi tempat saya curhat tentang percintaan.

Lalu, suatu hari dia pernah menasihati saya tentang mimpi memiliki rumah.

Elu buruan ambil KPR rumah dari sekarang. Jangan kayak gw bego, baru ambil di umur 37 tahun. Kagak enak cuy ngontrak-ngontrak,” ujar dia, lagi-lagi di Bentara Budaya Jakarta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Karena beda rubrik dan ditambah beda jam liputan, saya dan Bang Latip jarang bertemu di kantor.

Kalau pas ketemu di kantor, satu di antara kami pasti ngajak pulang bareng naik kereta rel listrik ke Depok. Rumah kami memang cuma beda satu stasiun. Bang Latip di Depok Lama, saya di Depok Baru.

Kocak dan pekerja keras

Anjrit, gw lupa. Motor gw ada di Pondok Cina,” kata Bang Latip pada suatu ketika, saat kereta kami memasuki Stasiun Depok Baru.

Akhirnya Bang Latip naik ojek ke Stasiun Pondok Cina buat ambil motornya yang diparkir di sana. Saya terbahak-bahak melihat tingkahnya. Asli, bodor banget! Sialnya, saya juga pernah seperti itu. Haha....

Untuk urusan banyolan, Bang Latip adalah jagoannya. Kalau Bang Latip di kantor, suasana jadi beda.

“Kerja mulu lu boy,” atau, “Boy, ngerokok yuk. Ngopi,” itu sedikit dari kata-kata dari Bang Latip sambil nyengir yang sering saya dengar.

Kadang saya suka nimbrung dan mendengar dia adu canda dengan mendiang Mas Koko, teman sekantor kami.

Urusan ketawa juga bisa terasa setiap kali membaca status Facebooknya. Bahasa Betawinya keluar.

Bahasannya receh mulai dari Warkop hingga hobi memancing yang bikin senyum melulu gara-gara sering dapat amplop juara. Elu memang pekerja keras yang tekun dan hoki, Bang.

Bang Latip juga doyan banget yang namanya jengkol. Buat urusan ini, dia front terdepan pembela jengkol. Di kala orang benci jengkol karena bau, dia selalu bercerita tentang lahapnya menggigit jengkol dengan gaya kocak.

Bang Latip, di urusan pekerjaan juga terkenal pekerja keras. Dia mengembangkan divisi Content Marketing pada 2014.

Baca juga: Kong Latip dalam Kenangan dan Nasi Liwet Terakhir...

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X