Kisah Perjuangan Farrel, Tunanetra Raih Nilai 100 UNBK dan Masuk UGM

Kompas.com - 04/01/2020, 13:03 WIB
Alexander Farrel Rasendriya meraih Nilai 100 UN Matematika KOMPAS.com / WIJAYA KUSUMAAlexander Farrel Rasendriya meraih Nilai 100 UN Matematika

Kehilangan mata sejak usia 5 tahun

Ibunda Farrel, Emil Tri Ratnasari (45) mengatakan, putra sulungnya kehilangan penglihatan akibat tumor mata. Farrel didiagnosis kena tumor mata di usia 16 bulan.

"Waktu itu mata kirinya kena 80 persen, sedang sebelah kanan masih bisa untuk melihat sampai usia 5 tahun. Namun, karena pertumbuhan tumornya ke belakang dan dikhawatirkan menyerang otak, jadi harus diangkat," kata Emil.

Saat diangkat kedua matanya, Farrel mengaku tak ingat bagaimana dia tidak bisa melihat. Namun yang jelas dia merasa bisa menerima semua itu.

Tak ada kekecewaan yang mendalam. Tetapi kedua orangtuanya selalu menyemangati bahwa kehilangan penglihatan itu bukan akhir dari segalanya.

"Saya diyakinkan bahwa selalu bisa lebih baik. Jadi, saya tabah. Orangtua, guru, dan teman-teman selama saya sekolah juga selalu mendukung. Saya termotivasi untuk bisa lebih baik karena lingkungan," tutur Farrel.

Mampu pecahkan rekor Muri

Ketika masih berusia 7 tahun, Farrel mampu memecahkan rekor Muri sebagai tunanetra anak pertama yang menguasai 14 program komputer.

Di tahun 2011, ia meraih juara pertama dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) kategori Matematika dan IPA (MIPA) di tingkat SD luar biasa dan SD inklusif.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Prestasi serupa diulang pada 2015. Ia menjadi juara pertama OSN tingkat SMP untuk cabang Matematika di seluruh jenis sekolah, luar biasa ataupun inklusif.

Baca juga: Kisah Alexander Farrel, Siswa Penyandang Tuna Netra yang Raih Nilai UN Matematika 100

Saat duduk di banku SMA, Farrel jago main gitar. Dengan keahlian itu dia terpilih masuk kelompok orkestra SMAN 3 Yogyakarta.

Pada 2018, ia bersama kelompok itu manggung bersama grup musik Kahitna dalam acara yang digelar alumni sekolahnya di Balai Sarbini, Jakarta. Pengalaman itu menjadi salah satu momen yang tak terlupakan bagi Farrel.

"Keterbatasan tidak menghambat siapa pun untuk berprestasi. Kelebihan juga tak harus di akademik, tetapi bisa di bidang lain, seperti seni atau olahraga. Itu semua bisa dicapai asalkan ada niat dan mau berjuang," kata Farrel.

Farrel saat ini telah diterima di Fakultas Hukum (FH) Universitas Gadjah Mada (UGM). Belajar di fakultas hukum menjadi cita-citanya sejak masuk jurusan IPS.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.