Bukan Suruhan, Ini Alasan Nadiem Ingin Film Bertema Pancasila versi Netflix

Kompas.com - 10/01/2020, 15:56 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim saat memberikan sambutan dalam konferensi pers Kemitraan Kemendikbud dan Netflix yang digelar di Gedung Kemendikbud, Jakarta (9/1/2020). DOK. KOMPAS.com/YOHANES ENGGARMendikbud Nadiem Makarim saat memberikan sambutan dalam konferensi pers Kemitraan Kemendikbud dan Netflix yang digelar di Gedung Kemendikbud, Jakarta (9/1/2020).

KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim berharap dari kerja sama antara Kemendikbud dan Netflix akan mampu melahirkan talenta-talenta kreatif dunia perfilman Indonesia yang mampu bersaing di kancah global.

Tidak hanya itu, Mendikbud Nadiem juga berharap dari kerja sama ini nantinya akan muncul film-film bertema Pancasila yang memberikan kembali akses kepada milenial untuk memahami esensi Pancasila.

Kemitraan yang dijalin antara Kemendikbud dan Netflix berfokus pada pengembangan kemampuan kreatif insan perfilman Indonesia khususnya menyangkut bidang penulisan kreatif, pelatihan pascaproduksi.

Selain itu nantinya juga akan ada pelatihan bidang keamanan online dan juga tata kelola menghadapi pertumbuhan industri kreatif yang dinamis.

Netflix berkomitmen berinvestasi sebesar USD 1 juta atau sekitar Rp 14 miliar dengan mengirimkan penulis naskah film ke Hollywood Amerika Serikat yang rencananya akan dilaksanakan bulan Maret 2020.

Baca juga: Kemendikbud Gandeng Netflix, Nadiem: Unlock Film Indonesia ke Panggung Dunia

Selanjutnya dari situ akan dilakukan juga workshop untuk penulisan skenario sekaligus pelatihan pascaproduksi di Jakarta.

Saatnya Pancasila tampil "cool" lagi

"Di luar itu pun akan ada kompetisi film pendek yang akan dilaksanakan oleh Netflix yang temanya adalah 'Pancasila', ini yang saya tunggu-tunggu juga seperti apa film-film pendek ini," ujar Mendikbud Nadiem.

Nadiem dalam konferensi pers kerja sama Kemendikbud dan Netflix di Jakarta (9/1/2020) menyampaikan dipilihnya tema Pancasila bukan karena titipan atau suruhan pihak tertentu.

"Bukan karena suruhan, bukan karena apa-apa. Karena memang waktunya Pancasila jadi cool lagi. Nanti esensi apa tema-tema (terkait) dari Pancasila. Bukan (menampilkan) sila-silanya tetapi esensi dari Pancasila," ujar Nadiem.

Nadiem melanjutkan, "Gotong royong, itu sebenarnya apa sih di dunia nyata. Bhinneka Tunggal Ika apa itu artinya. Bagaimana meng-apply dalam dunia sehari-hari. Keadilan sosial itu apa dalam kehidupan sehari-hari."

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X