Pahami 4 Tes Kompetensi Bahasa yang Biasa Digunakan untuk Beasiswa Luar Negeri

Kompas.com - 14/01/2020, 19:42 WIB
Ilustrasi kuliah di Belanda Jacob Ammentorp LundIlustrasi kuliah di Belanda

Test of Proficiency in Korea (TOPIK) adalah ujian tertulis untuk mengukur kemampuan bahasa Korea dari orang yang tidak menggunakan bahasa Korea sebagai bahasa utamanya.

Tes TOPIK terbagi menjadi TOPIK-I dan TOPIK-II. TOPIK-I adalah ujian untuk tingkat pemula yang terdiri dari 2 sublevel dan 2 bagian yaitu Reading dan Listening. Jumlah soal pada TOPIK-I adalah 70 soal dengan durasi maksimal 100 menit.

Sementara itu TOPIK-II terdiri dari 4 sublevel dan 3 bagian yaitu Reading, Listening, dan Writing. Berbeda dengan TOPIK-I yang hanya memiliki 1 sesi ujian, TOPIK-II memiliki 2 sesi ujian.

Pada sesi pertama, peserta harus mengerjakan 50 soal pilihan ganda dan 4 soal essay dengan durasi 110 menit. Kemudian sesi selanjutnya berisi soal pemahaman bacaan yang terdiri dari 70 soal pilihan ganda dengan durasi 70 menit.

3. JLPT

Sama seperti TOPIK, JLPT digunakan untuk mengukur kemampuan berbahasa Jepang seseorang yang memiliki bahasa ibu selain bahasa Jepang.

Sejumlah beasiswa di universitas Jepang menjadikan tes ini sebagai salah satu tes penyaringan calon mahasiswa penerima beasiswa.

Baca juga: Komunitas Polyglot, Tempatnya Orang-orang yang Fasih Lebih dari Satu Bahasa Asing...

JLPT dibagi menjadi 5 level yaitu N5, N4, N3, N2, N1 dengan level termudah adalah N5 dan tersulit adalah N1. Tes bisa dilakukan sesuai dengan kemampuan bahasa yang dikuasai.

Selama tes, peserta akan menjalani empat sesi utama yakni:
Mojigoi: menguji kemampuan peserta dalam memahami kosakata dalam bahasa Jepang dan kanji
Choukai: menguji kemampuan peserta dalam mendengar dan memahami dialog dalam bahasa Jepang
Dokkai: menguji kemampuan peserta dalam memahami artikel dalam bahasa Jepang
Bunpou: menguji kemampuan peserta dalam memahami grammar bahasa Jepang

4. TestDaF

Test Deutsch als Fremdsprache (TestDaf) merupakan tes kemampuan bahasa Jerman yang ditujukan bagi pelajar asing yang berencana untuk belajar di Jerman.

Hasil tes dari TestDaF akan terbagi menjadi 3 tingkatan yakni:
TestDaF-Niveaustufe 5 (TDN 5 – TestDaF level 5)
TestDaF-Niveaustufe 4 (TDN 4 – TestDaF level 4)
TestDaF-Niveaustufe 3 (TDN 3 – TestDaF level 3)

Nah, kalau kamu berhasil lulus TestDaF dalam keempat komponen ujiannya pada jenjang TDN 4, maka sertifikatnya menjadi bukti penguasaan bahasa untuk mengikuti hampir semua bidang studi dan jurusan di perguruan tinggi di Jerman.

Namun, untuk kesempatan beasiswa, TestDaf bukanlah syarat mutlak. Sebab, beasiswa umumnya telah menentukan program studi yang akan kamu jalani di Jerman. 

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X