Di Era Revolusi Industri 4.0, Guru Harus Terus Menyesuaikan Diri

Kompas.com - 16/01/2020, 18:13 WIB
Siswa SMK 1 Ciomas, Bogor, Fachri Muzaki membuat karakter untuk film animasinya saat pameran pendidikan dan kebudayaan rangkaian Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2019 di Pusdiklat Kemendikbud, Depok, Jawa Barat, Rabu (13/2/2019). Presiden Joko Widodo mengatakan setelah menggenjot pembangunan infrastruktur dalam kurun waktu 4 tahun, tahapan besar berikutnya pemerintah bakal fokus dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) menuju revolusi industri 4.0.  KOMPASD/ HENDRA A SETYAWANSiswa SMK 1 Ciomas, Bogor, Fachri Muzaki membuat karakter untuk film animasinya saat pameran pendidikan dan kebudayaan rangkaian Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2019 di Pusdiklat Kemendikbud, Depok, Jawa Barat, Rabu (13/2/2019). Presiden Joko Widodo mengatakan setelah menggenjot pembangunan infrastruktur dalam kurun waktu 4 tahun, tahapan besar berikutnya pemerintah bakal fokus dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) menuju revolusi industri 4.0.

KOMPAS.com - Guru berperan penting untuk mendidik murid secara akademik maupun non-akademik dalam rangka penyiapan sumber daya manusia di era Revolusi 4.0.

Pola pengajaran dengan metode STEAM (Science Technology Engineering Arts Mathematics) memerlukan guru yang terus mengembangkan diri.

"Selain fasilitas, tentunya gurunya. Gurunya pun harus terupdate dengan kondisi perkembangan ekonomi digital, perkembangan revolusi 4.0, dan perkembangan teknologi itu sendiri," kata Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Inovasi dan Riset Nasional, Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro  dalam acara Education 4.0 di Jakarta Intercultural School (JIS), Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Dengan mengikuti perkembangan ekonomi dan teknologi, guru akan lebih memahami seputar Revolusi 4.0. Guru yang memiliki pemahaman yang mendalam tentang Revolusi 4.0 akan bisa menularkan pengetahuan ke murid secara lebih baik.

"Intinya dimulai di SDM, fasilitas dan gedung ini adalah pendukung," tambahnya.

Ia juga meminta guru-guru untuk mengikuti pelatihan ulang tentang metode pengajaran STEAM.

Baca juga: Benarkah Peran Guru Tidak Akan Terganti pada Era Revolusi Industri 4.0?

Head of School Jakarta Internasional School (JIS), Dr. Tarek Razik mengatakan, guru-guru di Indonesia perlu memiliki gairah (passion) untuk mengajar dan kepedulian kepada murid dalam berperan sebagai guru di masa Revolusi 4.0.

Sebagai guru, keinginan untuk belajar sepanjang masa juga diperlukan.

"Ingatlah untuk selalu berpikir terbuka, selalu mencoba untuk mengembangkan diri," ujar Dr. Tarek kepada Kompas.com di JIS.

Menurutnya, guru tak selalu harus memiliki uang dan sumber daya pengajaran untuk dapat mendidik murid. Ia menekankan, guru mesti memiliki semangat kepedulian untuk mendidik dalam hatinya.

"Jika kamu peduli dengan apa yang kamu kerjakan, kamu akan melakukan yang terbaik untuk para murid," jelasnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X