Di Era Revolusi Industri 4.0, Guru Harus Terus Menyesuaikan Diri

Kompas.com - 16/01/2020, 18:13 WIB
Alat-alat praktek pendukung metode belajar STEAM di Gedung S. Module Jakarta Intercultural School, Jakarta, Kamis (16/1/2020). KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJOAlat-alat praktek pendukung metode belajar STEAM di Gedung S. Module Jakarta Intercultural School, Jakarta, Kamis (16/1/2020).

 

STEAM tawarkan SDM kreatif

Metode pembelajaran STEAM menjadi salah satu kunci penting dunia pendidikan menghadapi era Revolusi 4.0. STEAM bisa mendorong pengembangan ilmu sains, teknologi, teknik, dan matematika semakin kreatif.

Head of School Jakarta International School ( JIS), Dr. Tarek Razek mengatakan pola pendidikan dengan metode STEAM bisa membuat anak lebih berpikir kritis, mampu memecahkan masalah, mudah beradaptasi, dan komunikatif. Anak-anak juga juga bisa belajar menjadi pemimpin, kreator, dan wirausaha.

Baca juga: Seruan Nadiem Makarim kepada Guru: Saatnya Pamer Inovasi

"Saya pikir STEAM itu sangat penting karena ada peningkatan level kreativitas. Kebanyakan peneliti dan ahli matematika itu hanya berorientasi kepada proses tapi dengan tambahan Arts, bisa melihat sesuatu hal, menggunakan bagian lain dari otak untuk menyelesaikan masalah," kata Tarek kepada Kompas.com di JIS, Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Menurutnya, para pendidik harus mulai menyiapkan murid untuk menghadapi perkembangan teknologi yang begitu cepat berubah. Sementara, kebutuhan sumber daya manusia ke depan yang dibutuhkan adalah mampu berpikir analitis dan kolaboratif.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X