Tidak Cukup Hanya "Otak Encer", Perlu 3 Hal Ini Bila Ingin Sukses

Kompas.com - 16/01/2020, 18:31 WIB
Ilustrasi mahasiswa internasional. ShutterstockIlustrasi mahasiswa internasional.

2. Pendidikan karakter

Bulletin Character Educator yang diterbitkan oleh Character Education Partnership mengungkap hasil studi yang dilakukan Marvin Berkowitz dari University of Missouri-St.

Hasil studi itu menunjukkan, motivasi siswa sekolah cenderung meningkat dalam meraih prestasi akademik di sekolah-sekolah yang menerapkan pendidikan karakter.

Kelas-kelas yang secara aktif terlibat dalam pendidikan karakter menunjukkan terjadi penurunan drastis pada perilaku negatif siswa yang dapat menghambat keberhasilan akademik.

Karakter merupakan ciri khas individu yang ditunjukkan melalui cara bersikap, berperilaku, dan bertindak untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Anak memiliki karakter baik akan menjadi orang dewasa yang mampu membuat keputusan dengan baik dan tepat serta siap mempertanggungawabkan setiap keputusan.

Sudah semestinya sekolah sebagai institusi pendidikan dan orangtua sebagai "guru" di rumah turut menanamkan karakter baik pada anak.

3. Kecerdasan emosi

Sebuah buku berjudul Emotional Intelligence and School Success karangan Joseph Zins (2001) mengompilasikan berbagai hasil penelitian tentang pengaruh positif kecerdasan emosi anak terhadap keberhasilan di sekolah.

Baca juga: 3 Syarat Pendidikan Karakter Berjalan Efektif

Dalam buku itu dikatakan ada sederet faktor risiko penyebab kegagalan anak di sekolah. Faktor-faktor risiko yang disebutkan ternyata bukan terletak pada kecerdasan otak tetapi pada lemahnya karakter.

Kelemahan karakter yang dimaksud antara lain kurangnya rasa percaya diri, kurang memiliki kemampuan bekerja sama dengan teman, tidak suka bergaul, rendahnya empati, dan kemampuan berkomunikasi yang minim.

Pakar psikologi Daniel Goleman menjelaskan bahwa keberhasilan seseorang ternyata 80 persen dipengaruhi oleh kecerdasan emosi dan hanya 20 persen ditentukan oleh kecerdasan otak (IQ).

Anak-anak yang mempunyai masalah dalam kecerdasan emosinya dianggap berisiko mengalami kesulitan belajar, bergaul dan tidak dapat mengontrol emosinya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X