Mengenal Prodi Desain Interior dan Prospek Kariernya

Kompas.com - 17/01/2020, 17:04 WIB
Konsep desain interior terbuka tanpa sekat 
www.freshome.comKonsep desain interior terbuka tanpa sekat

KOMPAS.com – Bila kamu menyukai hal yang berhubungan dengan desain, terutama desain ruangan, prodi Desain Interior bisa menjadi pertimbangan.

Namun, bila selama ini yang kamu tahu tentang program studi (prodi) Desain Interior hanya sekadar mendekorasi ruangan, ternyata kemampuan lulusan prodi ini tidak sesimpel itu. Itulah yang membuat prospek kerja lulusan Desain Interior cukup menjanjikan.

Berikut seputar Prodi Desain Interior yang perlu kamu ketahui.

Tidak harus jago gambar

Tak masalah bila kamu tidak jago gambar. Selama kamu memiliki minat di bidang desain, kamu bisa menjadi mahasiswa prodi Desain Interior.

Baca juga: Deretan Prodi “Langka” di Indonesia, dari Nuklir hingga Jamu

“Sekolah Desain Interior di mana saja pasti diajari basic-basic skill, seperti gambar-gambar perspektif. Jadi, kalau memang belum bisa enggak masalah,” papar Ketua Jurusan Desain Interior LaSalle College Jakarta (Sekolah Tinggi Desain LaSalle) Katherine Suteja kepada Kompas.com.

Salam seminar Intercultural Collaboration yang diselenggarakan LaSalle College Jakarta bersama Crescent School of Architecture Chennai India, Jumat (17/1/2020), Katherine menuturkan yang lebih penting justru passion dalam desain, keinginan untuk banyak membaca dan melihat buku-buku desain, agar wawasan tentang desain interior bertambah banyak.

Berbeda dengan Arsitektur Interior

Selain prodi Desain Interior ada pula prodi Arsitek Interior, namun Katherine menjelaskan kalau keduanya berbeda.

“Arsitektur interior lebih ke bangunan, jadi bagaimana bagian dalam dan luar bangunan lebih terintegrasi. Kalau Desain Interior lebih spesifik, misalnya pilih kursi bentuk apa, aksesorinya apa, pencahayaannya bagaimana, belinya di mana, jadi benar-benar detail,” ujarnya. 

Tak sekadar mendekor

Bisa dibilang, hampir semua orang bisa mendekor ruangan, namun tak semua orang bisa menghasilkan dekorasi yang seimbang agar tak sekadar enak dilihat, namun juga nyaman digunakan atau dihuni.

Itulah peran seorang desainer interior, mulai dari pengaturan bentuk dan warna dinding, pemilihan lantai, jenis pencahayaan sesuai dengan fungsi ruangan, mendesain furnitur sesuai dengan kebutuhan klien, dan tentunya sesuai anggaran sang klien.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X