Mengenal Legenda Akuntansi Indonesia, Utomo Jasodirdjo

Kompas.com - 23/01/2020, 21:14 WIB
Peluncuran buku berjudul dan sharing session ?A Journey Through Time: The Memoir of Utomo Josodirdjo? dilaksanakan di President Lounge, Jakarta pada Rabu (22/1/2020) dan dihadiri mahasiswa serta dosen President University. DOK. PRESIDENT UNIVERSITYPeluncuran buku berjudul dan sharing session ?A Journey Through Time: The Memoir of Utomo Josodirdjo? dilaksanakan di President Lounge, Jakarta pada Rabu (22/1/2020) dan dihadiri mahasiswa serta dosen President University.

KOMPAS.com - Utomo Josodirdjo (90 tahun) dikenal sebagai legenda perakuntansian Indonesia

Di dunia akademik, Utomo tidak hanya menjadi salah satu pendiri President University. Ia juga adalah sosok yang merintis pendirian jurusan akuntansi di Universitas Airlangga, Surabaya.

Ia adalah tokoh penting dalam perubahan sistem akuntansi model Belanda ke sistem akuntansi model Amerika di Indonesia.

“Yang membedakan kedua sistem ini adalah satu hal, future prediction. Di sistem akuntansi model Amerika, dengan membaca laporan keuangan, kita bisa memprediksi apa yang akan terjadi pada perusahaan di masa mendatang,” ujar Utomo.

Akuntasi, praktik kerja dan berjejaring

Selain berbicara mengenai akuntansi, Utomo mengajarkan pentingnya praktek kerja dalam sistem pendidikan akuntansi dan networking.

Baca juga: Pilih Akuntansi atau Manajemen? Intip Cakupan Studi dan Peluang Karier

“Sepulang dari Harvard, saya mendirikan Sabang College. Yang diajarkan di sana teorinya pendek, to the point, dan bisa dipraktekkan langsung. Sebagian besar lulusannya berhasil dalam kedudukan dan keuangan, ada yang jadi menteri, ada juga yang jadi sekjen,” kenangnya.

Utomo juga menceritakan pengalamannya dalam mendirikan salah satu firma akuntansi pertama di Indonesia.

Firma ini dibangun untuk menciptakan kesetaraan hak pekerja akuntan, meningkatkan kompetensi akuntan Indonesia sehingga tidak kalah dengan akuntan asing, serta agar pelayanan firma akuntan ini terbuka bagi siapa saja.

Perkembangan firma miliknya melejit pesat dan mendunia setelah bekerja sama dengan SyCip Gorres Velayo & Company (SGV) dari Manila.

Selain itu, dirinya juga menginisiasi kemitraan SGV dengan Arthur Andersen asal Amerika. Terus melejit, SGV menjadi anggota dari Ernst & Young Global Limited, firma akuntansi terkemuka dunia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X