Kampus Merdeka, Nadiem Ibaratkan Belajar di Luar Prodi seperti Belajar di Laut Lepas

Kompas.com - 25/01/2020, 21:36 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Dok. Jilan Rifai/Biro KSHM KemendikbudMenteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim.

KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim menilai pembelajaran di luar program studi Sarjana Satu (S-1) selama tiga semester akan mendorong mahasiswa lebih adaptif untuk menghadapi masa depan.

Nadiem mengibaratkan tujuan perubahan program pembelajaran S-1 seperti menyiapkan perenang di laut lepas.

"Bayangkan semua mahasiswa S1 kita, itu suatu hari harus berenang ke suatu pulau di laut terbuka. Pada saat ini semua perenang-perenang kita itu hanya dilatih satu gaya saja, gaya bebas misalnya dan di kolam renang," kata Nadiem dalam peluncuran program Kampus Merdeka di Gedung D kantor Kemendikbud, Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Menurut Nadiem, satu gaya yang dimaksud adalah pembelajaran di program studi yang diambil oleh mahasiswa. Sementara, tempat pembelajaran yang dimaksud yaitu kolam renang adalah kampus.

"Saat ini semua mahasiswa kita hanya belajar satu disiplin, lalu dia latihan berenang yang nantinya akan berenang di laut tapi cuma (berenang) di kolam renang yang aman, ada berbagai macam ada alat-alat keamanan, tak ada ombak, tak ada arus, tak ada (perubahan) cuaca," ujar Nadiem.

Baca juga: 4 Alasan Nadiem Makarim Mengeluarkan Kebijakan Kampus Merdeka

Nadiem membayangkan lulusan mahasiswa dengan pembelajaran hanya di prodi ketika menghadapi dunia nyata. Perumpangannya, menurut Nadiem, "Jadi bagaimana nanti saat dia nyebur di laut terbuka dia bisa survive."

"Kami ingin mengubah program S1 itu adalah untuk dia belajar berbagai macam gaya berenang, dia belajar gaya katak, dia belajar haya ngapung, dia belajar berbagai macam ilmu berenang," tambah Nadiem.

Ia mengimbau gaya pembelajaran mahasiswa di kampus tak hanya seperti berenang di kolam renang karena melihat kondisi laut itu sangat bervariatif.

"Sehinga kenapa kita tak juga sekali-sekali melatih dia (mahasiswa) di dalam laut yang bebas. Di mana banyak sekali variability, banyak sekali kondisi untuk melatih kemampuan adaptif dia," ujar Nadiem.

Nadiem juga beralasan profesi saat ini tak hanya menuntut kemampuan satu kompetensi. Saat ini lanjutnya, membutuhkan kombinasi dari beberapa disiplin ilmu.

"Inilah sebenarnya tujuan dari tiga semester di luar prodi ini untuk mengubah kepada sistem S-1 yang bisa benar-benar mempersiapkan mahasiswa kita untuk berenang di laut terbuka yaitu dunia nyata," tambahnya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X