Kompas.com - 30/01/2020, 18:48 WIB
Ilustrasi Syariah Thinkstockphotos.comIlustrasi Syariah

KOMPAS.com - Ekonomi Islam atau kerap disebut Ekonomi Syariah kian berkembang pesat di Indonesia. Tak hanya perbankan, perkembangan industri halal dalam bidang properti, wisata, bahkan e-commerce sebagian telah menggunakan sistem syariah.

Bahkan, sejak tahun 2014 telah diselenggarakan Festival Ekonomi Syariah (ISEF), terakhir berlokasi di JCC, Jakarta. ISEF merupakan inisiasi yang dilakukan oleh Bank Indonesia bersama seluruh pemegang kepentingan, terkait dengan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Ekonomi Islam/Syariah pun semakin menarik perhatian sejak Wakil Presiden Ma'ruf Amin kerap membicarakan prospek sistem ekonomi ini.

"Saya melihat prospeknya bagus sekali. Bukan hanya keuangan tapi juga industri halalnya, bahkan juga social fund-nya, dan juga produk yang dihasilkan. Kemudian juga lembaganya, jenis usahanya," ujar Wapres saat ditemui di Pondok Pesantren Tambak Beras, Jombang, Jawa Timur, Kamis (23/1/2020).

Baca juga: 5 Jurusan Saintek dengan Prospek Karier di Perusahaan Minyak dan Gas

Dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin 2019 di Badung, Bali, Jumat (29/11/2019), Amin juga mengatakan bahwa Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin akan memimpin langsung upaya pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui komite nasional keuangan syariah (KNKS).

Mengingat Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk muslim, bukan tak mungkin semakin banyak pelaku industri yang memilih untuk menjalankan sistem ekonomi syariah dan membutuhkan "tenaga ahli".

Nah, bila kini kamu tertarik untuk mengambil kuliah Ekonomi, jurusan Ekonomi Islam/Syariah bisa dipertimbangkan.

Apa yang dipelajari?

Jurusan Perbankan Syariah mungkin sudah populer sejak bertahun-tahun lalu, namun jurusan Ekonomi Islam/Syariah mungkin belum banyak dikenal.

Merangkum Rencanamu.id, sama halnya dengan program studi Ekonomi, di program studi Ekonomi Islam/Syariah, kamu juga mempelajari ilmu dan teori ekonomi mikro dan ekonomi makro, namun dari perspektif Islam.

Perspektif islam yang dimaksud ialah segala aspek dalam kegiatan perekonomian seperti aturan jual-beli, sewa-menyewa, hutang-piutang, simpan-pinjam, dan bagi hasil yang telah diatur dalam hukum Islam.

Sejumlah mata kuliah yang akan kamu pelajari antara lain Filosofi Ekonomi Syariah, Prinsip Dasar Hukum Islam, Akuntansi Syariah, Makro Ekonomi Syariah, Mikro Ekonomi Syariah, Manajemen Produk Halal, Ekonomi Zakat, Infaq, Shadaqoh dan Wakaf, lalu banyak lagi lainnya.

Pilihan kampus

Semakin dibutuhkannya lulusan yang mengerti tentang hukum ekonomi syariah, membuat sejumlah perguruan tinggi mulai membuka program studi dalam beberapa tahun belakangan.

Berikut daftar perguruan tinggi yang telah membuka jurusan Ekonomi Islam/Syariah:

  • Universitas Diponegoro
  • Universitas Padjadjaran
  • Universitas Indonesia
  • Universitas Airlangga
  • Universitas Mulawarman
  • Universitas Syiah Kuala
  • Universitas Brawijaya
  • Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Universitas Islam Sumatera Utara

Baca juga: 4 Jurusan Kuliah Kekinian dengan Prospek Karier Menjanjikan

Prospek karier

Sebagai lulusan Ekonomi Islam/Syariah, kamu bisa berkarier di berbagai lembaga keuangan, baik di bank maupun non-bank berbasis syariah maupun non-syariah. Termasuk di industri atau perusahaan yang mengelola bisnisnya dengan aturan syariah.

Sejumlah profesi yang bisa kamu geluti, antara lain:

  • Staff keuangan syariah dan jabatan di atasnya
  • Ahli ekonomi Islam/Syariah
  • Dosen Ilmu Ekonomi Islam/Syariah
  • Pebisnis yang menggunakan sistem syariah



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X