Kompas.com - 31/01/2020, 16:50 WIB
KRI Surabaya yang mengangkut ribuan mahasiswa KKN Nusantara tiba di pelabuhan Wanci, Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi Negeri se-Indonesia berada di Wakatobi selama 45 hari mendatang KOMPAS.COM/ Kiki Andi PatiKRI Surabaya yang mengangkut ribuan mahasiswa KKN Nusantara tiba di pelabuhan Wanci, Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi Negeri se-Indonesia berada di Wakatobi selama 45 hari mendatang

KOMPAS.com - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Abdul Halim Iskandar mengatakan dana desa bisa digunakan untuk mendukung kegiatan proyek desa yang diusung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Menurut Halim, pihak Kemendes PDTT saat ini sedang membicarakan teknis alokasi dana desa untuk proyek desa.

"Bagaimana penggunaan dana desa, karena sangat penting Kampus Merdeka ini. Maka kita juga harus diskusikan dasar hukum penggunaan dana desa untuk proyek desa," kata Halim saat membuka Forum Perguruan Tinggi Desa di Jakarta, Kamis (30/1/2020) malam.

Baca juga: Kampus Merdeka, Nadiem Ibaratkan Belajar di Luar Prodi seperti Belajar di Laut Lepas

Ia mengatakan Kemendes PTT ingin berpartisipasi dalam mengimplementasikan salah satu kebijakan Kampus Merdeka yaitu proyek desa. Halim menilai, proyek desa bisa membantu untuk meningkatkan sumber daya manusia.

"Kami kumpulkan rektor dalam Forum Perguruan Tinggi Desa (Fortides). Ini kita akan mewujudkan yang bisa digarap secara gotong royong membangun desa. Kita diskusikan untuk menemukan formula," kata Halim.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halim mengatakan, dana desa dari Kemendes PTT sudah digunakan untuk membangun desa mulai dari infrastruktur hingga fasilitas pendidikan. Salah satu yang digunakan dalam dana desa adalah      

Dalam pertemuan Fortides, ia meminta rektor-rektor untuk menyiapkan konsep operasional pembangunan SDM unggul dan mentrasnformasikan ekonomi perdesaan melalui Kampus Merdeka.

Hal lain yang dibahas adalah skema dukungan untuk proyek desa dari tiga pihak yaitu  perguran tinggi, Kemendes PTT, dan pihak tseperti perbankan, BUMN, perusahaan-perusahaan swasta.

Dukungan perusahaan swasta yang akan dirumuskan yaitu dana Corporate Social Responsibility yang bisa digunakan.

Selain itu, hasil pertemuan juga diharapkan bisa memberikan masukan untuk implementasi Kampus Merdeka dengan berbagai peraturan dan kebijakan Kemendes PTT.

Kampus Merdeka untuk Desa

Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Kampus Merdeka untuk Desa merupakan program baru Kemendes PDTT kerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang baru meluncurkan Kampus Merdeka.

Halim mengatakan Kampus Merdeka untuk Desa bisa menjadi solusi untuk mendukung kegiatan proyek desa.

Baca juga: Kampus Merdeka, 8 Kegiatan Mahasiswa Luar Kampus yang Bisa Jadi SKS

Dalam solusi yang akan ditawarkan adalah bentuk kerjasama pembiayaan kegiatan proyek desa, penghargaan untuk kepala desa berprestasi dalam bentuk sarjana dari perguruan tinggi tertentu, serta penggantian skripsi dengan kegiatan proyek desa.

"Kalau proyek desa terjadi, ilustrasinya sederhana. Kalau ada 100.000 mahasiswa semester 6, 7, 8 yang masuk ke desa. Dengan asumsi satu kelompok 5 orang, kemudian ada dua kelompok di tiap desa, kelompok 10 orang di dua desa. Dua semester diambil, hampir dipastikan banyak masalah terselesaikan di desa," kata Halim.

Ia berharap formulasi program Kampus Merdeka untuk Desa bisa diselesaikan dalam dua hari oleh Fortides. 

Tantangan Dana Desa

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim.KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim mengatakan proyek desa di Kampus Merdeka merupakan terobosan Kemendikbud yang luar biasa tetapi banyak tantangan.

Ia menyebutkan ada kemungkinan kegagalan yang bisa terjadi seperti program kerja di desa yang tak tepat guna karena perencanaan yang kurang matang.

"Bisa berbagai macam kegagalan yang bisa terjadi. Dan akhirnya dananya itu tidak terserap dengan baik dan tak ada manfaat yang tepat untuk masyarakat," ujar Nadiem di kesempatan yang sama.

Baca juga: Kebijakan Kampus Merdeka, Kegiatan Belajar di Luar Kampus Diberikan Bobot SKS

Ia menyebutkan kegiatan proyek desa membutuhkan persiapan dan komitmen yang tinggi dari pihak mahasiswa, dosen, dan perguruan tinggi. Hal itu bisa memaksimalkan setiap rupiah yang dikeluarkan di dana desa milik Kemendes PTT.

"Kalau kita punya bibit terbaik di masing-masing disiplin mereka dalam satu tim, brainstorming dengan dipantau oleh dosen dan perguruan tinggi berkomitmen untuk mengadopsi desa tersebut sehingga pada saat tim itu harus pergi pulang, kembali ke kampus atau ke semester berikutnya, universitas itu tetap menjaga kesinambungan proyeknya," kata Nadiem.

Proyek desa bagi Nadiem adalah hal yang transformatif dengan catatan harus dikerjakan secara gotong royong. Semua pihak mesti berpartisipasi baik dari persiapan hingga pembiayaan.

"Semua pihak harus berkontribusi. Baik perguruan tinggi maupun Kemendikbud dan juga tentunya Kemendes memiliki dananya. Harapan kita gotong royong," tambah Nadiem.

Ia juga berharap ada pihak ketiga yang bisa menjadi sponsor untuk membantu mahasiswa dalam pembiayaan kegiatan proyek desa. Nadiem menilai kegiatan proyek desa bisa membantu lulusan S1 untuk pedewasaan diri dan kemampuan memetakan masalah nyata di Indonesia.

"Marilah kota gotong royong dan sukseskan proyek desa," ujar Nadiem.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.