Kompas.com - 06/02/2020, 17:53 WIB
SMA National High Jakarta School (NHJS) menggelar acara ?Jakarta Model Parliament? berlangsung di NHJS, Jakarta pada Sabtu-Minggu (1-2/2/2020). DOK. NHJSSMA National High Jakarta School (NHJS) menggelar acara ?Jakarta Model Parliament? berlangsung di NHJS, Jakarta pada Sabtu-Minggu (1-2/2/2020).

KOMPAS.com - Ada empat kompetensi perlu dimiliki siswa di era Revolusi Industri 4.0 agar keberadaannya di dunia kerja tidak mudah tergantikan komputer dan mesin.

Kompetensi tersebut kerap disebut dengan 4C yakni critical thinking dan problem solving (berpikir kritis dan pemecahan masalah), creativity (kreativitas), communication (komunikasi), serta collaboration (kolaborasi).

Untuk mengasah kompetensi komunikasi dan berpikir kritis terkait persoalan bangsa, siswa-siswi SMA National High Jakarta School (NHJS) menggelar acara “Jakarta Model Parliament” yang berlangsung di NHJS, Jakarta pada Sabtu-Minggu (1-2/2/2020).

Kegiatan tersebut menyimulasikan badan pemerintah yang ada di Indonesia untuk membahas sejumlah isu, layaknya sidang DPR RI. Penyelenggaraan murni dilakukan siswa, mulai dari perencanaan hingga eksekusi, termasuk mengundang sekolah lain sebagai partisipan.

"Para siswa-siswi menyimulasikan model rapat Parlemen Indonesia dengan membahas sejumlah isu," kata Andhika Tirtawisata yang juga merupakan siswa kelas 12 di NHJS.

Simulasi parlemen

Andika Tirtawisata, salah satu siswa SMA National High Jakarta School (NHJS) dalam acara ?Jakarta Model Parliament? yang berlangsung di NHJS, Jakarta pada Sabtu-Minggu (1-2/2/2020).DOK. NHJS Andika Tirtawisata, salah satu siswa SMA National High Jakarta School (NHJS) dalam acara ?Jakarta Model Parliament? yang berlangsung di NHJS, Jakarta pada Sabtu-Minggu (1-2/2/2020).
Selama simulasi parlemen "Jakarta Model Parliament", peserta dibagi menjadi empat komite, masing-masing komite terdiri dari 15 siswa mulai dari kelas 8 hingga 12. Selain mewakili partai politik (parpol), siswa juga mewakili menteri kabinet dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari berbagai provinsi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Andhika menjelaskan, acara ini berlangsung layaknya para anggota parlemen yang tengah rapat di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta. Peserta saling berdebat dan mempertahankan pendapatnya untuk kepentingan partai atau daerah pemilihan (dapil) masing-masing.

Adapun isu dibahas antara lain keamanan Papua, vaksinasi, kesehatan mental, pendidikan, ibu kota baru, dan artificial intelligence (AI). Di mana isu-isu tersebut juga dibahas di sejumlah komisi, yakni komisi III DPR, komisi IX DPR, kabinet presidensial Indonesia (PRESCAB), dan DPD RI.

“Total akan ada ada 8 isu yang akan dibahas, setiap komite akan menghasilkan 2 resolusi,” kata Andhika.

Selain melatih kemampuan berdebat, Andhika menuturkan acara ini juga ditujukan untuk melatih siswa berani berbicara tentang ide, dan berpikir kritis terkait persoalan bangsa.

"Kita mengajak para siswa untuk berpartisipasi aktif dalam berpolitik. Karena kalangan
muda biasanya kurang peduli terhadap politik,” imbuhnya.



Sumber Rilis
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X