Pemerataan Kualitas Prodi Ekonomi dan Bisnis lewat Pembelajaran Daring

Kompas.com - 10/02/2020, 22:38 WIB
Dalam rangka meningkatkan kompetensi, kapasitas, dan kapabilitas Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis PTN se-Indonesia (AFEBI) melakukan kunjungan ke Universitas Terbuka (UT) di Operation Room UT, Tangeran Selatan (7/2/2020). DOK. KOMPAS.com/YOHANES ENGGARDalam rangka meningkatkan kompetensi, kapasitas, dan kapabilitas Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis PTN se-Indonesia (AFEBI) melakukan kunjungan ke Universitas Terbuka (UT) di Operation Room UT, Tangeran Selatan (7/2/2020).

KOMPAS.com - Desain pembelajaran Kampus Merdeka yang disampaikan Mendikbud Nadiem Makarim mendapatkan sembutan positif dari Dewan Pengurus Nasional Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (DPN AFEBI).

AFEBI adalah forum asosiasi dekan atau perwakilan dekan FEB Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Indonesia yang bekerja sama dalam meningkatkan kinerja Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta memberikan masukan bagi pemerintah dalam bidang ekonomi dan keuangan.

Dalam rangka meningkatkan kompetensi, kapasitas, dan kapabilitas Fakultas Ekonomi dan Bisnis PTN se-Indonesia, AFEBI melakukan kunjungan ke Universitas Terbuka (UT) di Operation Room UT, Tangeran Selatan (7/2/2020).

“Model Pembelajaran Daring” menjadi tema utama yang diangkat dalam kunjungan kali ini dan dihadiri 9 orang pengurus DPN AFEBI berasal dari berbagai universitas di antaranya; Universitas Negeri Semarang, Universitas Padjajaran, Institut Pertanian Bogor, Universitas Indonesia, Universitas Brawijaya. Universitas Hasanuddin, dan Universitas Diponegoro.

Baca juga: Pedoman Kampus Merdeka, Kemendikbud Kompilasikan Kegiatan KKN Sejumlah Kampus

Pemerataan kualitas dan standar nasional

"(Pertemuan) Ini menjadi relevan ketika Mas Menter Nadiem mengatakan bahwa ada desain Kampus Merdeka yang memberikan hak kepada mahasiswa untuk memperoleh pengajaran, kita langsung sambut," ujar Anggota Dewan Pengurus Nasional AFEBI Suharnomo. 

Suharnomo menambahkan AFEBI memutuskan untuk kemudian melakukan kerja sama untuk pertukaran mahasiswa antar-universitas dengan menggunakan UKT (uang kuliah tunggal) universitas asal.

"Yang kedua kami berterima kasih kepada UT, kita ingin ada beberapa mata kuliah bersama yang diakui secara nasional," lanjut Suharnomo.

Ia menjelaskan masing-masing universitas akan mengumpulkan apa yang menjadi expertise untuk kemudian dirangkum menjadi mata kuliah bersama yang diakui dan dapat diakses seluruh fakultas ekonomi dan bisnis di Indonesia.

"Ini adalah kombinasi dari kompetensi AFEBI dan pembelajaran daring dari UT, di mana materi blended learning ini pembelajarannya up to date, sehingga ini menjadi mutual benefit untuk mahasiswa," ujar Suharmono.

Diharapkan dengan materi pembelajaran bersama yang bersifat nasional ini akan meningkat mutu dan pemerataan kualitas fakultas ekonomi dan bisnis. "Kemudian untuk penyebarannya kita menggunakan metode pembelajaran daring," tambahnya.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X