Kompas.com - 12/02/2020, 15:47 WIB
Ilustrasi berpikir positif shutterstockIlustrasi berpikir positif
|

KOMPAS.com - Melanjutkan studi jenjang pendidikan tinggi tentu menjadi impian bagi setiap lulusan SMA /SMK. Tapi, lain cerita jika kamu ternyata harus kuliah di kampus yang jauh dari rumah atau orangtua.

Selain harus hidup mandiri, kamu juga harus bisa mengatur waktu termasuk biaya hidup selama kuliah. Khusus menyangkut biaya hidup, kamu harus bisa berhemat ya.

Jika tidak, maka uang bulanan dari orangtua bisa-bisa nanti habis sebelum waktunya. Tapi, gimana caranya agar bisa hidup berhemat jika jauh dari orangtua atau jadi anak perantau?

Berikut 5 tips hidup berhemat bagi calon mahasiswa perantau:

Baca juga: Ingin Jadi Guru Hebat? Kuasai 5 Teknik Mengajar Ini

1. Cari kos dekat kampus

Hal pertama bagi calon mahasiswa yang jauh dari orangtua ialah mencari kos yang dekat dengan kampus. Meski terkadang harganya mahal, tapi cobalah yang agak dekat dan bisa dijangkau dengan jalan kaki.

2. Catat kebutuhan dan pengeluaran bulanan

Ini juga penting bagi kamu yang ingin berhemat. Yakni mencatat semua kebutuhan, bukan keinginan. Jadi kamu bisa mengidentifikasi pengeluaran tetap.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tujuannya agar kamu tidak sampai membeli hal-hal yang sebenarnya tidak dibutuhkan, apalagi sekedar gengsi. Untuk caranya kamu bisa mencatat di buku note kecil atau bisa pula dengan ponsel pintarmu.

Jangan lupa juga mencatat pengeluaran tak terduga agar anggaran pengeluaran tetapmu di bulan selanjutnya lebih terkendali.

3. Segera belanja bulanan

Jika kamu sudah mendapat kiriman uang dari orangtua, maka segera membelanjakan kebutuhan bulananmu. Ini dilakukan agar anggaran belanjamu tidak membengkak di kemudian hari jika kamu beli satu persatu.

4. Berusaha nabung

Ketika menjadi mahasiswa perantau, tentu kamu harus tinggal untuk beberapa tahun di kota tersebut. Jadi ya kalau bisa kamu sisihkan uang bulananmu dan ditabung.

Besarannya bisa sekitar 5-10 persen dari uang bulananmu. Uang tabungan ini harus segera disisihkan. Perlu diingat, uang ini bisa menjadi penolong kamu ketika suatu saat kamu butuh uang untuk keperluan mendadak.

5. Masak sendiri

Meski beli makanan matang memang praktis, tetapi kalau kamu bisa memasak sendiri di kos tentu akan lebih menghemat uang. Apalagi masakanmu itu kamu jadikan bekal untuk dimakan di kampus.

Baca juga: 6 Prodi Sepi Peminat dengan Peluang Kerja dan Gaji Tinggi

Masak sendiri ini ada untungnya juga lho. Apa itu? Yakni lebih higienis dan terjamin karena kamu sendiri yang membuatnya. Tapi jika kamu tak bisa masak ya kamu setidaknya masak nasi saja dan tinggal beli lauknya.

6. Bawa botol air minum

Jangan sampai kamu dehidrasi ya. Makanya kalau bisa kamu bawa botol air minum saat bepergian atau ke kampus. Apalagi jika di kampusmu disediakan air minum kemasan isi ulang, kamu bisa sangat berhemat.

7. Cuci baju sendiri

Daripada londri baju, mending kamu nyuci sendiri di kos. Ini sangat membantu penghematan biaya hidup ketika jadi anak rantau. Lumayan sekali lho kamu bisa menghemat uang londri itu.

8. Hindari terlalu sering nongkrong

Untuk masalah nongkrong bersama teman, kamu bisa membatasi intensitasnya. Misalnya saja hanya seminggu sekali atau bahkan sebulan sekali saja.

Jika ingin hiburan ya kamu bisa main saja di rumah atau kos temanmu. Atau kamu bisa jalan-jalan ke museum yang lebih ada nuansa edukasinya.

9. Utamakan kesehatan

Hidup hemat bukan berarti kamu masak mi instan setiap hari. Jangan sampai ya. Tapi kamu bisa membeli makanan yang sehat dan bergizi termasuk makan sayuran dan buah-buahan.

Kalau bisa usahakan selalu berolahraga untuk menjaga kebugaran tubuh. Jangan hanya tidur-tiduran terus ya di kos-kosan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X