Monash University Hadir di Jakarta, Nadiem Sebut Devisa Indonesia Tak Keluar

Kompas.com - 12/02/2020, 19:17 WIB
Salah satu kampus Universitas Monash, Melbourne, Australia. monash.eduSalah satu kampus Universitas Monash, Melbourne, Australia.


KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim menilai rencana Monash University hadir di Jakarta akan membawa sejumlah keuntungan mulai dari kerjasama riset hingga mencegah kebocoran devisa.

Hal itu diungkapkan Nadiem saat Bincang Sore bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Rabu (12/2/2020).

“(Rencana Monash di Jakarta) jadi asyik banget. Kita nanti bisa dapet profesor-professor (Monash University) yang bekerjasama dengan professor di Indonesia untuk melakukan berbagai research project,” kata Nadiem.

Baca juga: Segera Hadir di Jakarta, Monash University Tawarkan Gelar Master dan PhD

Ia mengatakan program perkuliahan S2 dan S3di Indonesia bersifat penelitian. Dengan hadirnya Monash University, kolaborasi penelitian antara Monash University dengan berbagai universitas di Indonesia akan bisa dilakukan.

Nadiem juga menyebutkan devisa Indonesia tak akan bocor karena mahasiswa tak perlu ke Australia untuk kuliah di luar negeri jika Monash University hadir di Indonesia. Mahasiswa Indonesia juga bisa diuntungkan karena lebih dekat dengan keluarga.

“Jadi itu (hadirnya Monash University di Jakarta) satu hal yang cukup baik untuk pendidikan di Indonesia dan didukung oleh Pak Presiden juga,” tambahnya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim beserta jajaran pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam acara Bincang Sore di Kemendikbud, Jakarta, Selasa (12/2/2020). KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim beserta jajaran pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam acara Bincang Sore di Kemendikbud, Jakarta, Selasa (12/2/2020).

Membuka Program S2 dan S3

Di Indonesia, Monash akan membuka kelas pascasarjana, yakni menawarkan gelar Master dan PhD, serta program eksekutif dan kredensial mikro.

Direncanakan, Monash Indonesia akan memulai program eksekutif singkat akhir tahun ini serta mulai menerima kelas mahasiswa pascasarjana angkatan pertamanya pada kuartal empat tahun 2021.

Jika kuliah S2 atau S3 di kampus itu, mahasiswa akan mendapat gelar dari Monash University serta mendapat peluang kolaborasi untuk riset dan mobilitas antar kampus selama menempuh studi.

"Dalam hubungannya dengan Indonesia, Monash memiliki sejarah panjang. Monash juga berkeinginan untuk membangun hubungan yang lebih dalam dengan komunitas yang berkembang dan inovatif dengan ambisi besar untuk pendidikan dan penelitian," ujar Prof Margaret.

Baca juga: 4 Program Kerja Sama Monash University dan Indonesia

Lebih lanjut Prof Margaret menjelaskan, pembukaan Monash Indonesia bisa memungkinkan untuk bekerja bersama dengan orang-orang Indonesia. Tentu kehadiran kampus ini juga merupakan simbol komitmen Monash untuk Indonesia dan wilayah Asia yang lebih luas.

Serta yang paling penting ialah terjalinnya hubungan penelitian dan pendidikan yang lebih kuat lagi antara Indonesia dan Australia

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X