Budi Karya: Kemenhub Terbuka Kolaborasi Bersama Perguruan Tinggi Kembangkan Transportasi

Kompas.com - 19/02/2020, 19:58 WIB
pidato ilmiah bertema Pengembangan Sistem Transportasi Menuju Pembangunan yang Berkeadilan dan Berkelanjutan dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Tinggi Teknik (HPTT) ke-74, pada Senin (17/2) di Grha Sabha Pramana UGM. Dok. UGMpidato ilmiah bertema Pengembangan Sistem Transportasi Menuju Pembangunan yang Berkeadilan dan Berkelanjutan dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Tinggi Teknik (HPTT) ke-74, pada Senin (17/2) di Grha Sabha Pramana UGM.

KOMPAS.com - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menyatakan pihaknya sangat terbuka untuk melakukan kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam pengembangan sektor transportasi tanah air.

Hal tersebut disampaikan Budi Karya saat menyampaikan pidato ilmiah bertema Pengembangan Sistem Transportasi Menuju Pembangunan yang Berkeadilan dan Berkelanjutan dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Tinggi Teknik (HPTT) ke-74, pada Senin (17/2) di Grha Sabha Pramana UGM.

Budi Karya mengatakan pendidikan perguruan tinggi memiliki peran penting dan strategis untuk menyiapkan generasi berkualitas.

Perguruan tinggi itu gudangnya ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi. Namun, apa gunanya jika potensi itu terhalang oleh tidak adanya akses baik transportasi dan akses untuk dapat digunakan masyarakat,” kata Budi Karya seperti dikutip dari halaman ugm.ac.id.

Baca juga: Kampus Merdeka, Magang hingga 3 Semester Akan Untungkan Mahasiswa

Dalam era disrupsi teknologi, Budi Karya menilai penting untuk melakukan sinergi dengan perguruan tinggi. Pemerintah siap untuk berkoordinasi dan berkolaborasi erat dengan para akademisi dan swasta untuk menciptakan sinergi dan hasil yang nyata.

“Kementerian Perhubungan sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan perguruan tinggi dan lembaga inovasi lainnya,” jelas alumnus Prodi Arsitektur FT UGM ini.

ia mencontohkan misalnya mengadakan TransHub Challenge yakni kompetisi ide bisnis berbasis digital untuk industri transportasi bagi khalayak umum untuk mendukung pengembangan start-up di sektor transportasi dan logistik.

Selain itu, juga kolaborasi dengan perusahaan digital pada program strategis Kemenhub hingga pengembangan sekolah vokasi sektor transportasi.

Budi Karya berharap perguruan tinggi harus mampu menjadi motor penggerak daya saing bangsa. Oleh sebab itu, perguruan tinggi harus bisa membuat berbagai terobosan baru, inovasi, dan hilirisasi hasil riset ke dunia industri.

“Dunia pendidikan tinggi harus bersikap jadi motor penggerak persaingan. Indonesia memiliki kesempatan untuk bersaing karena pada dasarnya berpotensi,”terangnya.

Dalam kesempatan itu, dia juga memaparkan tentang aspek berkeadilan dan berkelanjutan yang harus dimiliki infrastruktur transportasi.

Menurutnya, transportasi harus mengandung makna berkeadilan guna kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

Dalam hal ini Kemenhub terus melakukan pengembangan, yaitu program tol laut, tol udara, kapal perintis, bandara perintis, serta pembangunan infrastruktur baru.

Transportasi Berkelanjutan

Sementara itu, dalam mengembangkan transportasi berkelanjutan pihaknya terus memperkuat inovasi. Salah satunya dengan penggunaan teknologi ramah lingkungan di sektor transportasi, seperti pengembangan green port di terminal Teluk Lamongan, kereta listrik, dan mobil listrik.

Dekan Fakultas Teknik UGM, Prof. Nizam, menyampaikan Laporan Dekan 2019. Dalam kesempatan itu, Nizam memaparkan berbagai capaian Fakultas Teknik UGM selama satu tahun terakhir dalam berbagai bidang mulai dari penelitian, pendidikan, pengabdian masyarakat, hingga sumber daya manusia.

Dalam kesempatan tersebut turut disampaikan penganugerahan Herman Johannes Award bidang pengembangan industri kimia dasar yang diberikan kepada Ir. Wardijasa, alumnus Prodi Teknik Kimia UGM, yang lebih dari 57 tahun mendarmabaktikan dirinya untuk kemajuan bidang industri kimia.

Baca juga: Perguruan Tinggi Bisa Terapkan Kampus Merdeka Lewat 5 Permendikbud

Ia tidak hanya sosok yang terlibat langsung dalam tumbuh kembangnya industri kimia di Indonesia, tetapi hingga kini tetap setia mengabdikan dirinya menjadi penjaga asa industri kimia di tanah air.

Penghargaan berikutnya diberikan kepada Prof. Koichiro Watanabe dari Kyushu University. Penghargaan dalam bidang pengembangan riset dan kerja sama diberikan pada Koichiro Watanabe karena telah mendukung program pengembangan riset dan kerja sama antar FT UGM dengan berbagai universitas di Jepang dalam kurun waktu lebih dari 20 tahun.

Selama periode itu banyak capaian dalam program internasional, pengembangan SDM, serta ala-alat laboratorium di FT UGM.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X