Terkait Kecelakaan Air Siswa SMPN 1 Turi, Mapala UPN Bagikan 8 Tips Susur Sungai

Kompas.com - 24/02/2020, 09:24 WIB
Proses evakuasi para siswa SMP Negeri 1 Turi Sleman, Yogyakarta, yang hanyut di Sungai Sempor saat melakukan kegiatan Pramuka susur sungai. dok BNPBProses evakuasi para siswa SMP Negeri 1 Turi Sleman, Yogyakarta, yang hanyut di Sungai Sempor saat melakukan kegiatan Pramuka susur sungai.
|


KOMPAS.com - Peristiwa hanyutnya siswa SMPN 1 Turi Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta saat kegiatan alam bebas susur sungai di aliran Sungai Sempor, Turi, Sleman, Jumat (21/2/2020) kemarin menjadi pembelajaran bagi siapa saja. Tak terkecuali bagi dunia pendidikan.

Sebab, kecelakaan air yang mengakibatkan 10 siswa meninggal dunia tersebut karena ada kelalaian seorang pembina pramuka. Kenapa lalai?

Dikatakan lalai karena pembina pramuka itu kurang paham akan manajemen risiko dalam gerakan pramuka. Tak hanya itu saja, kegiatan pramuka di sekolah tersebut juga dilakukan pada saat musim hujan.

Dosen Sumber Daya Air dan Sungai dari Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada ( UGM) menyebut bahwa kegiatan susur sungai tidak diperuntukkan bagi anak-anak dan remaja.

Baca juga: Pakar: Susur Sungai Tidak untuk Anak dan Remaja, apalagi Musim Hujan

"Idealnya susur sungai dilakukan oleh orang-orang dewasa, anak dan remaja tidak boleh susur sungai," ujar Agus seperti ditulis di berita Kompas.com, Sabtu (22/2/2020).

Menurut Agus, orang dewasa yang dimaksud adalah mereka yang telah memiliki keterampilan. Seperti anggota TNI, mapala, komunitas sungai, atau mereka yang telah terbiasa.

"Bagi anak dan remaja, susur sungai bisa dilakukan di luar aliran sungai, tidak jalan-jalan di dalam aliran sungai," kata Agus.

Berkaca dari kejadian itu, seharusnya pembina pramuka di sekolah tersebut memahami manajemen risiko dalam gerakan pramuka. Ada banyak hal yang harus diperhatikan saat aktifitas susur sungai, khususnya terkait bentang alam.

Kepada Kompas.com, Senin (24/2/2020), Ketua Mahasiswa Pecinta Alam ( Mapala) UPN "Veteran" Yogyakarta S. Feby Nugroho membagikan informasi terkait kegiatan susur sungai. Apa saja itu? Ini 8 tipsnya:

1. Pelajari peta sungai

Seorang pembina harus tahu ada berapa anak sungai yang menyatu? Ada berapa 'tempuran' titik temu sungai. Seberapa jauh jarak dan waktu tempuh tim akan melakukan susur sungai?

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X