Bullying, Nadiem: Negara Harus Jujur dan Melihat yang Terjadi di Sekolah

Kompas.com - 29/02/2020, 15:45 WIB
Nadiem Makarim saat menghadiri Rakornas Bidang Kebudayaan di Jakarta (26/2/2020) sempat menyinggung soal masih terjadinya kekerasan di sekolah. DOK. KEMENDIKBUDNadiem Makarim saat menghadiri Rakornas Bidang Kebudayaan di Jakarta (26/2/2020) sempat menyinggung soal masih terjadinya kekerasan di sekolah.

KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengajak negara dan masyarakat untuk jujur melihat masih ada banyak hal harus dibenahi dalam sistem pendidikan Indonesia, termasuk masih munculnya permasalahan bullying atau kekerasan di sekolah.

"Karena bagi saya itu (kasus perundungan) luar biasa menyedihkan begitu banyak cerita yang keluar. Kita sebagai negara harus jujur dan melihat apa sih yang terjadi di sekolah-sekolah kita," ujar Nadiem Makarim saat menghadiri Rakornas Bidang Kebudayaan di Jakarta (26/2/2020).

Mendikbud Nadiem sekaligus memberikan apresiasi kepada media yang selalu membawa isu permasalahan bullying atau perundungan ini keluar. "Tolong diteruskan," ujar Nadiem.

Munculnya pemberitaan terkait perundungan (bullying) membuat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim melihat bahwa sistem pendidikan yang ada saat ini belum menguatkan akhlak dan karakter siswa.

Baca juga: Soal Bullying, Mendikbud Nadiem: Itu Luar Biasa Menyedihkan

Bullying tidak bisa diabaikan

Hal ini, tambah Nadiem, menunjukan bahwa kebutuhan pendidikan karakter di sekolah menjadi hal yang tidak lagi dapat ditawar.

"Berbagai macam isu (bullying) yang terjadi belakangan ini menunjukan bahwa kebutuhan untuk penguatan karakter di dalam sekolah itu sangat besar," tegasnya.

Ia menyampaikan, "memang kita harus mengakui ada berbagai macam yang menunjukan kita masih belum bisa menciptakan sistem pendidikan yang benar-benar menguatkan akhlak dan karakter anak-anak seperti contohnya bullying dan tindak kekerasan yang terjadi."

Mendikbud mengatakan persoalan kekerasan di sekolah dan bullying bukan persoalan kecil yang dapat diabaikan.

"Ini seperti yang saya bilang kemarin, ini adalah persoalan besar yang terjadi. Ini yang sedang menjadi fokus kita bagaimana melakukan pencegahan bagaimana hal itu terjadi," ujarnya.

Ia melanjutkan, "harus ada sikap yang tegas, dan juga harus ada berbagai macam penyuluhan dan berbagai macam resource untuk bagaimana sekolah melakukan tindakan."

Meski pihaknya belum dapat mengumumkan apa yang akan dilakukan, namun Mendikbud menegaskan persoalan kekerasan dan perundungan di sekolah telah menjadi prioritas di kementeriannya.

Tim pencegahan tindak kekerasan

Sebelumnya, Kemendikbud juga menyampaikan rasa prihatin atas kejadian di Seminari St. Maria Bunda Segala Bangsa Maumere, Nusa Tenggara Timur.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X