Pendaftaran KIP Kuliah Dibuka, Mahasiswa Keluarga Tidak Mampu Diimbau Segera Daftar

Kompas.com - 03/03/2020, 07:06 WIB
Konferensi pers KIP Kuliah dihadiri Plt Kepala Biro Kerjasama dan Humas Ade Erlangga, Ketua LTMPT Prof. M. Nasih, Sesditjen Dikti Paristiyanti Nurwardani dan Ketua Pelaksana LTMPT Prof. Budi Prasetyo. DOK. KOMPAS.com/YOHANES ENGGARKonferensi pers KIP Kuliah dihadiri Plt Kepala Biro Kerjasama dan Humas Ade Erlangga, Ketua LTMPT Prof. M. Nasih, Sesditjen Dikti Paristiyanti Nurwardani dan Ketua Pelaksana LTMPT Prof. Budi Prasetyo.

KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud) secara resmi telah membuka pendaftaran KIP Kuliah pada 2 Maret 2020 dan akan ditutup pada 31 Maret 2020.

Kemendikbud menargetkan pada tahun 2020 akan ada 400 ribu penerima baru KIP Kuliah. Jumlah tersebut termasuk KIP Kuliah reguler maupun KIP Kuliah afirmasi.

Itu artinya, Kemendikbud memperluas sasaran beasiswa pendidikan tinggi kepada 818 ribu mahasiswa melalui KIP Kuliah, termasuk penerima bidikmisi on going (yang masih berjalan) sampai masa studi selesai.

Selain itu KIP Kuliah juga akan memberi akses kepada pendidikan vokasi.

Baca juga: Cara Mendaftar KIP Kuliah, Catat dan Ikuti Tahapannya

Disiapkan 400 ribu KIP Kuliah baru

“Kami berharap adik-adik yang berminat untuk kuliah jangan berhenti hanya karena tidak ada dana. Bapak Presiden melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sudah menyiapkan sekitar 400 ribu KIP Kuliah," ujar Sesditjen Pendidikan Tinggi Paristiyanti di Kemendikbud, Jakarta (26/2/2020).

Ia mengimbau kepada para siswa SMA/SMK/Sederajat yang akan lulus sekolah atau calon Mahasiswa dari keluarga tidak mampu untuk segera mendaftar Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah melalui laman kip-kuliah.kemdikbud.go.id.

Paristiyanti menambahkan KIP Kuliah diperuntukkan bagi para calon mahasiswa yang kurang beruntung dengan menunjukkan identitas kememilikan KIP, atau memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), dan mempunyai identitas lain yang setara dengan Kartu Keluarga Sejahtera.

Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Abdul Kahar menjelaskan pemegang atau penerima program Indonesia Pintar waktu di SMA, MA atau SMK tahun ini yang akan lulus sekitar 3,7 juta siswa.

Dari jumlah tersebut terdapat 1,1 juta penerima program Indonesia Pintar.

"Dari 1,1 juta walaupun mungkin tidak semua mereka akan kuliah tetapi paling tidak ini sudah menjadi sasaran utama, ditambah lagi waktu dia SMA tidak sempat memperoleh program Indonesia pintar karena banyak hal mungkin luput dari pendataan atau mungkin juga karena kuota di daerah itu atau faktor geografis yang tidak terjangkau, kalau orang tuanya pemegang program KKS pakai saja. Ini adalah alternatif yang lain karena sebenarnya sama,’’ jelasnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X