Mereparasi Mutu Pendidikan Dasar Kita

Kompas.com - 08/03/2020, 14:11 WIB
Pelatihan guru dilakukan Gernas Tasaka (Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika) kepada guru SD sekitar Sumba Timur dikoordinasi MPS (Masyarakat Pendidikan Sejati) pimpinan Gde Raka, dosen di ITB (28-29/2/2020) DOK. GERNAS TASAKAPelatihan guru dilakukan Gernas Tasaka (Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika) kepada guru SD sekitar Sumba Timur dikoordinasi MPS (Masyarakat Pendidikan Sejati) pimpinan Gde Raka, dosen di ITB (28-29/2/2020)

RPJMN ini menjadi acuan Rencana Strategis (Renstra) 2019-2024 Kementrian dan Lembaga. RPJMN adalah rincian Visi/Misi Presiden masa bakti 2019-2024.

Selain hasil PISA "membaca" Tahun 2018 yang kembali ke angka 371 dari rerata negara OECD sekitar 500, angka di Tahun 2000.

Trend hasil Matematika dan Sains di jenjang anak usia 15 Tahun ini juga memburuk, semua menjauhi angka 400 yang pernah diraih. Rerata hasil PISA masih 78 persen didominasi pada skala 1-2 dari 6 skala yang digunakan PISA.

Sebuah angka persentase yang seharusnya tak lebih dari 20 persen.

Studi PISA dan AKSI itu menemukan pembenaran di lapangan saat penulis mengikuti Pelatihan untuk Pelatih (TOT) Matpel Matematika jenjang SD/MI yang diselenggarakan oleh Gernas Tastaka di 12 Provinsi dan 21 Lokasi Pelatihan dengan total relawan guru mendekati 800 peserta dan 95 persen adalah guru SD/MI.

Guru kelas 5 dan 6 selalu mengeluh karena beban "memintarkan" murid pada pelajaran Matematika tertimbun di pundak mereka.

Karena waktu yang hanya tersisa setahun dua tahun dan dihantui kelulusan, maka para guru hanya akan melakukan "drilling" alias berlatih menyelesaikan soal-soal.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Harapannya ketika UAS dan mereka mampu menjawab, maka dianggap kompeten dalam materi pecahan, persen, geometri dan pengukuran hingga statistik sederhana.

Mereparasi Mutu

Fakta berbicara sebaliknya. Anggapan "taken for granted" tidak benar, karena sebuah survai yang tidak diterbitkan dari 2.600-an murid SD di sebuah provinsi menyatakan 7 dari 10 murid kelas 5 dan 6 dari SD sampel tersebut menjawab soal 3/4 + 3/4 dengan jawaban 6/8.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X