Survei Global: Siswa Indonesia Ingin Bertindak Nyata Atasi Isu Lingkungan

Kompas.com - 13/03/2020, 19:46 WIB
Ilustrasi anak dan cinta lingkungan DOK. PIXABAYIlustrasi anak dan cinta lingkungan

KOMPAS.com - Survei global terbaru tahun 2020 Cambridge International menunjukkan generasi muda Indonesia memiliki kepedulian tinggi terkait isu dan permasalahan lingkungan.

Lebih dari 11.000 pelajar berusia 13 sampai 19 tahun berpartisipasi dalam survei Global Perspectives yang digelar Cambridge International untuk pertama kalinya dan membagikan pandangan mereka terhadap isu-isu global, seperti bagaimana mereka mempelajari isu tersebut dan bagaimana kepedulian mereka terhadap isu ini dapat mempengaruhi pilihan karir mereka di masa depan.

Hasil survei secara global menunjukan siswa di dunia menganggap tantangan terbesar adalah perubahan iklim, yang merupakan pilihan pertama di tiga perempat negara yang disurvei.

Menurut murid-murid Indonesia, perubahan iklim adalah isu terbesar kedua, diikuti oleh isu ‘intoleransi terhadap orang karena perbedaan’ yang berada di urutan ketiga.

Baca juga: Pelestarian Lingkungan Jadi Salah Satu Gaya Hidup Generasi Milenial

Survei dilakukan menjelang Cambridge Global Perspectives Week yang berlangsung pada 1-7 Maret 2020.

Dikutip dari rilis resmi Cambridge International, berikut hasil survei perspektif global terkait pandangan siswa Indonesia terhadap isu lingkungan:

1. Polusi jadi isu utama

Menurut penelitian terbaru tersebut, siswa Indonesia mengatakan bahwa polusi adalah isu terbesar yang dihadapi dunia saat ini dan mereka secara proaktif mengambil tindakan untuk mengatasinya.

Hasil survei mengungkap siswa Indonesia menganggap polusi (termasuk sampah plastik) sebagai isu terbesar yang dihadapi dunia saat ini, dengan 21 persen responden.

2. Siap bertindak nyata

Mereka sangat bersemangat menangani isu ini, di mana 93 persen responden menyatakan bahwa mereka melakukan berbagai tindakan nyata.

Lebih dari setengah mengatakan bahwa mereka mengubah gaya hidup demi mengurangi dampak pribadi, serta berbagi pengetahuan kepada keluarga dan teman untuk meningkatkan kesadaran terhadap isu tersebut, dan juga mendorong mereka untuk mengubah gaya hidup.

3. Minat tinggi pelajari isu global

Survei tersebut menunjukan ada keinginan siswa mempelajari isu global di sekolah, dengan 97 persen pelajar Indonesia menyetujui hal tersebut penting untuk dilakukan.

Sebanyak 93 persen juga setuju pentingnya berdiskusi mengenai isu global di sekolah dengan teman dan guru

Namun, hampir setengah dari pelajar Indonesia menyatakan bahwa mereka tidak mempelajari isu global di sekolah walaupun mereka menginginkannya.

4. Jadi pilihan orientasi karier

4 dari 5 (84 persen) siswa Indonesia yang disurvei mengatakan mereka akan memilih berkarier di tempat di mana mereka dapat memberi kontribusi positif untuk mengatasi isu global.

Bahkan 82 persen akan mempertimbangkan bagaimana sikap tempat-tempat kerja terhadap isu-isu global tersebut saat melamar pekerjaan.

Baca juga: 5 Pedoman jika Ada Positif Virus Corona di Lingkungan Sekolah dan Perguruan Tinggi

“Anak-anak muda di Indonesia memiliki rasa keingintahuan yang tinggi dan sangat tertarik terhadap beragam isu, tidak hanya isu dalam negeri, tetapi juga di dunia,” ujar Ben Schmidt, Regional Director Southeast Asia & Pacific, Cambridge Assessment International Education.

Ben meyakini dengan pendekatan pendidikan tepat yang memperluas wawasan dan pembelajaran ilmu pengetahuan sosial, akan dapat memberikan kemampuan berpikir kritis dan berkolaborasi kepada para siswa di Indonesia untuk memiliki kesadaran global.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X