Kompas.com - 21/03/2020, 12:49 WIB
Gedung Rektorat Universitas Padjadjaran di Jatinangor, Sumedang. KOMPAS.com/RENI SUSANTIGedung Rektorat Universitas Padjadjaran di Jatinangor, Sumedang.
|
  • Mengandung minyak atsiri yang berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh.

2. Kunir

  • meningkatkan kekebalan tubuh
  • mengobati demam
  • diare
  • antikanker dan scabies
  • mencegah depresi
  • mengatasi peradangan
  • mencegah alzheimer
  • maag
  • menghambat kerusakan kromosom
  • menjaga kekuatan otak
  • menurunkan depresi
  • menjaga gula pada penderita diabetes

3. Rumput teki

  • obat jantung
  • asma
  • kanker

Baca juga: Cegah Virus, Mahasiswa UNY Ciptakan Sabun Cuci Tangan dari Daun Jambu Air

4. Daun sembung

  • menyembuhkan flu

5. Batang secang

  • obat radang
  • demam

6. Babadotan

  • mengatasi demam
  • malaria

Tingkatkan imunitas tubuh

Sedangkan terkait imunitas tubuh, naskah tersebut juga menyebutkan sejumlah nama tanaman, antara lain:

  • sirsak
  • daun katuk
  • kencur
  • daun binahong
  • jahe
  • buah jeruk
  • kayu manis

Untuk menyembuhkan batuk, bahan jahe, asem, adas, hingga asparagus merupakan beragam tanaman yang bisa dimanfaatkan.

Tak hanya itu saja, bawang putih dan bawang merah juga bisa digunakan untuk meningkatkan imunitas tubuh. Dalam naskah disebutkan, bawang putih dan jahe diparut, ditambah sedikit garam. Hasil campurannya disebutkan berkhasiat menyembuhkan penyakit paru-paru basah.

"Jambu kulutuk atau jambu biji dapat mengatasi penyakit akibat infeksi virus dan bakteri, salah satunya pada kasus influenza, di samping membantu menurunkan demam," kata Dr. Elis.

Istilah takaran

Hanya saja, mengenai takaran pemakaian dalam naskah muncul istilah:

  • secuil
  • segenggam
  • seikat
  • selembar
  • setangkai
  • segelas
  • sesendok
  • sejumput

Namun, tidak dijelaskan secara detail mengenai ukuran detail yang digunakan.

Baca juga: Anak Alami Demam, Batuk dan Pilek? Ini Kata Akademisi UII Terkait Virus Corona

Maka dari itu, penggunaan tanaman obat bukan tanpa risiko jika dikonsumsi sembarangan. Memang setiap jenis tanaman obat, baik yang disebutkan pada naskah maupun yang beredar di masyarakat harus diteliti terlebih dahulu oleh ahlinya.

"Jika tidak tepat sasaran, malah bisa terjadi komplikasi, karena untuk mengobati satu penyakit, tidak hanya menggunakan satu jenis tanaman saja, tetapi dicampur dengan tanaman obat lainnya, layaknya obat-obatan medis," jelas Dr. Elis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.