18 Herbal Pendongkrak Imun Tubuh dari Akademisi UGM

Kompas.com - 24/03/2020, 12:00 WIB
Ilustrasi tanaman herbal SHUTTERSTOCK/DionisveraIlustrasi tanaman herbal
|

Terkait penggunaan imunomodulator, masyarakat tetap dianjurkan dengan pola makan dan pola hidup yang sehat. Namun perlu diingat bahwa konsumsi imunomodulator ataupun vitamin dan suplemen tidak boleh menggantikan gizi seimbang yang dikonsumsi sehari-hari.

Hanya saja, berikut ini beberapa herbal yang pernah diteliti baik secara in vitro (pada sel) maupun in vivo pada hewan uji.

Ini herbal pendongkrak imun tubuh:

  1. Kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis)
  2. Brotowali (Tinospora cordifolia)
  3. Teen (Ficus carica)
  4. Lidah buaya (Aloe vera)
  5. Murbei (Morus alba)
  6. Jeruk nipis (Citrus aurantifolia)
  7. Bawang putih (Allium sativum)
  8. Kunyit (Curcuma longa)
  9. Orang-aring (Eclipta alba)
  10. Mangga (Mangifera indica)
  11. Mimba (Azadirachta indica)
  12. Mengkudu (Morinda citrifolia)
  13. Pegagan (Centella asiatica)
  14. Cabe Jawa (Piper longum)
  15. Echinace (Echinacea pupurea)
  16. Meniran (Phyllanti niruri)
  17. Keladi tikus (Thyponium flagelliforme)
  18. Sarang semut (Myrmecodia tuberosa)

Merangkum hasil-hasil penelitian pada beberapa obat tradisional tersebut, konsumsi bahan-bahan pendongkrak sistem imun dapat dilakukan sepanjang waktu tertentu maksimal 8 minggu.

Hanya saja, otoritas pengawas obat di beberapa negara Eropa merekomendasikan waktu penggunaan bahan bersifat imunomodulator tidak lebih dari 8 minggu.

Dengan maksud agar jika pasien mengalami gangguan kesehatan dapat diketahui, tidak tertutupi oleh efek imunomodulator tersebut. Jika terjadi gangguan kesehatan, maka penderita harus memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Baca juga: Akademisi ITB: Penyembuhan Corona Butuh Penelitian Lanjutan dari Kunyit dan Temulawak

Selain itu, penggunaan imunomodulator tidak direkomendasikan diberikan pada pasien-pasien penyakit kronis seperti leukemia, TB, dan penyakit autoimun seperti:

  • SLE
  • Rheumatoid artritis
  • Idiopatik trombositopeni purpura
  • DM tipe 1

Jadi, pola hidup sehat dan pola makan sehat untuk dapat menangkal Covid-19 harus menjadi prioritas mengingat pengaruh pola makan dan hidup sehat lebih terpercaya dalam meningkatkan daya tahan tubuh melawan infeksi virus corona.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X