Kompas.com - 09/04/2020, 19:05 WIB
Program pembelajaran daring Sekolah Pribadi Depok ini resmi dilaksanakan pada hari Selasa (17/3/2020). DOK. SEKOLAH PRIBADI DEPOKProgram pembelajaran daring Sekolah Pribadi Depok ini resmi dilaksanakan pada hari Selasa (17/3/2020).

KOMPAS.com - Siap tidak siap, berbagai upaya menerapkan pembatasan sosial harus dilaksanakan demi mencegah meluasnya penyebaran virus korona. Salah satunya adalah ”merumahkan” dunia pendidikan.

Pada 12 Maret 2020, Kemendikbud menerbitkan dua surat edaran terkait pencegahan dan penanganan Covid-19. Yang pertama, surat edaran Nomor 2 Tahun 2020 tentang Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di lingkungan Kemendikbud.

Kedua adalah surat edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Covid-19 pada Satuan Pendidikan yang berisi panduan langkah-langkah mencegah berkembangnya penyebaran Covid-19 di lingkungan satuan pendidikan.

Lewat surat edaran tersebut, Kemendikbud mengeluarkan 18 poin imbauan (protokol) kepada para satuan pendidikan di seluruh Indonesia, salah satu poin penting: kebijakan penerapan pembelajaran jarak jauh atau belajar dari rumah.

Tetap belajar bersama guru dari rumah

Baca juga: Sekolah di Rumah 2 Pekan, ini Konsep Belajar Siswa di Jawa Barat

Kebijakan ini tidak menyurutkan siswa dan sekolah untuk tetap melakukan proses belajar dengan melakukan berbagai inovasi pembelajaran.

Seperti dilakukan Sekolah Pribadi Depok juga menerapkan alternatif pembelajaran secara daring selama masa karantina mandiri berlangsung.

Program pembelajaran daring (online learning) Sekolah Pribadi Depok ini resmi dilaksanakan pada hari Selasa (17/3/2020).

Selama masa karantina, siswa Sekolah Pribadi Depok tetap mendapatkan pembelajaran secara tatap muka dengan guru mapel masing-masing sesuai jadwal yang telah ditetapkan setiap harinya dengan durasi 20 menit setiap satu jam pelajaran.

Siswa juga mendapat tugas harian yang terukur sehingga tidak memberatkan siswa dalam mengerjakan setiap harinya.

Guru mengadakan tatap muka virtual dengan memanfaatkan aplikasi Go Guardian memonitor laptop siswa pada saat pembelajaran, Google Classroom digunakan sebagai kelas virtual, Zoom digunakan untuk video tatap muka dan platform digital lain yang sangat interaktif dan menarik.

Dengan fitur-fitur dan aplikasi tersebut guru juga bisa memantau kehadiran dan keaktifan siswa. Demikian pula para siswa bisa berdiskusi dengan guru dan siswa lain di dalam kelas tersebut.

Sudah siap sebelum wabah corona

Selama masa karantina, siswa Sekolah Pribadi Depok tetap mendapatkan pembelajaran secara tatap muka dengan guru mapel masing-masing sesuai jadwal yang telah ditetapkan setiap harinya dengan durasi 20 menit setiap satu jam pelajaran.DOK. SEKOLAH PRIBADI DEPOK Selama masa karantina, siswa Sekolah Pribadi Depok tetap mendapatkan pembelajaran secara tatap muka dengan guru mapel masing-masing sesuai jadwal yang telah ditetapkan setiap harinya dengan durasi 20 menit setiap satu jam pelajaran.

"Sekolah Pribadi Depok sendiri telah merintis digital learning sejak 3 tahun yang lalu sehingga memudahkan siswa dalam penerapan online learning sekarang ini," jelas Feri Adrison, GM Pribadi Bilingual School Depok.

Sebagai Sekolah yang berafiliasi dengan Google for Education, Pribadi Depok mendapatkan akses penyimpanan data yang tidak terbatas bagi guru dan juga siswanya.

Feri menjelaskan Sekolah Pribadi Depok juga telah membuatkan akun email resmi untuk seluruh siswa-siswi SD-SMP-SMA sejak pertama siswa-siswi tersebut bergabung di sekolah.

Hal ini, menurutnya memudahkan sekolah mengakses segala bentuk platform yang dibuat dan disepakati. Email resmi ini juga mempermudah orang tua untuk mengakses kegiatan dan hasil proses pembelajaran.

Melalui aplikasi juga, Sekolah Pribadi Depok tetap berkomunikasi dengan orangtua siswa untuk dapat memberikan kritik dan saran selama proses pembelajaran di rumah ini berlangsung.

Setiap selesai proses pembelajaran, Sekolah Pribadi Depok juga memberikan evaluasi kepada siswa untuk dapat mengukur kemajuan, menunjang penyusunan rencana, dan memperbaiki atau melakukan penyempurnaan kembali dari proses pembelajaran yang dilakukan sebelumnya.

"Hal ini tidak hanya bermanfaat bagi siswa, guru-guru juga dapat merasakan manfaatnya karena dapat mengukur sejauh mana pemahaman siswa terkait materi yang sudah disampaikan hari itu," tegas Feri.

Pembelajaran libatkan orangtua

Baca juga: 6 Tips Agar Tetap Produktif Selama Bekerja dan Belajar di Rumah

Feri menambahkan, "Sebagaimana peran tiga pilar pendidikan antara siswa, sekolah dan orangtua harus berjalan seimbang, Sekolah Pribadi Depok percaya kerjasama yang baik antara orangtua dan sekolah."

Pelibatan orangtua dalam proses pembelajaran, menurut Feri, akan membuat siswa merasa nyaman dan tetap mendapat haknya sebagai seorang pelajar.

"Dengan adanya kerjasama yang baik ini pula semua pihak dapat menjalankan perannya masing-masing dengan mudah dan nyaman," ujarnya.

Ia menyampaikan peran sekolah dalam mengelola online learning ini sangat besar sekali, kebijakan yang diterapkan sekolah akan berimbas pada efektifitas selama pembelajaran.

Selain untuk proses pembelajaran, Feri menyampaikan pihaknya juga memanfaatkan aplikasi komunikasi jarak jauh untuk berkoordinasi dengan semua guru demi tetap menjaga kualitas dan kebersamaan.

"Kami terus juga mengimbau agar siswa dan guru untuk tetap berada di rumah, juga membatasi kegiatan di luar rumah sesuai himbauan pemerintah," harap Feri menutup penjelasan.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X