Stok APD Tenaga Medis Menipis, UBL Donasi APD ke RSPI Sulianti Saroso

Kompas.com - 19/04/2020, 14:39 WIB
Aksi Simpatik Universitas Budi Luhur untuk Tenaga Medis, UBL donasikan Alat Pelindung Diri (APD) yang terdiri dari baju hazmat, masker bedah serta paket bantuan logistik  untuk menjaga stamina tenaga medis. Dok. Budi LuhurAksi Simpatik Universitas Budi Luhur untuk Tenaga Medis, UBL donasikan Alat Pelindung Diri (APD) yang terdiri dari baju hazmat, masker bedah serta paket bantuan logistik untuk menjaga stamina tenaga medis.

KOMPAS.com - Pihak RSPI Sulianti Saroso menyampaikan bahwa sampai saat ini tenaga medis yang menangani pasien Covid-19 masih kekurangan Alat Pelindung Diri (APD).

Hal tersebut disampaikan Ketua Pokja Donasi RSPI Sulianti Saroso dr. Siti Pratiekauri dalam acara “Aksi Simpatik Universitas Budi Luhur untukTenaga Medis” yang berlangsung di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

“Kesulitan kami adalah ada beberapa APD yang sulit didapat seperti masker N95 yang stoknya menipis dan harus diimpor sedangkan barang yang akan dibeli dalam kondisi inden dan berebutan dengan rumah sakit lain. Kebutuhan APD ini kemungkinan makin menipis untuk 2 bulan ke depan," papar Siti dalam keterangan tertulis Universitas Budi Luhur ( UBL) beberapa waktu lalu.

RSPI Sulianti Saroso sendiri menjadi salah satu rumah sakit rujukan khusus menangani pasien Covid-19. Tercatat sebanyak 30 pasien positif Covid-19 berada di dalam perawatan RSPI. Dari 26 ruang isolasi, 16 di antaranya sudah terisi.

Baca juga: Bantu Masyarakat Jalani PSBB, Budi Luhur Salurkan Bantuan Sembako

Tak hanya masker N95, hingga saat ini produksi baju mirip astronot itu masih langka dan sulit didapat. Padahal dalam sehari untuk melayani pasien Covid-19 dibutuhkan 300 hingga 400 APD lengkap.

Demi melindungi dan mendukung para tenaga medis, lewat aksi simpatik tersebut UBL memberikan bantuan berupa APD yang terdiri dari baju hazmat, masker bedah serta paket bantuan logistik untuk menjaga stamina tenaga medis.

Menurut pihak UBL, tenaga medis menjadi garda terdepan dalam memerangi virus Covid-19 dan menyelamatkan nyawa pasien Covid-19.

Sehingga, tenaga medis perlu mendapat perhatian dan dukungan secara penuh, sebagai wujud terima kasih atas upaya mereka merawat dan menyembuhkan pasien Covid-19.

Baca juga: Beasiswa Pertamina Foundation bagi Mahasiswa S1/D3 Terdampak Covid-19

Hingga bulan April 2020, jumlah orang terinfeksi Covid-19 di Indonesia terus meningkat tajam, sehingga semakin banyak pula tenaga medis yang berhadapan langsung dengan pasien dan rentan terjangkit virus Covid-19.

“Saya harapkan sumbangan ini tentunya bermanfaat sehingga nantinya kita sebagai warga yang care dengan peran mereka ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya. Mudah-mudahan tenaga medis bisa memanfaatkan sumbangan ini dengan seoptimal mungkin,” ujar Rektor Universitas Budi Luhur Dr. Ir. Wendi Usino.

Bantuan UBL diterima langsung oleh Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH.

“Kami sampaikan penghargaan terima kasih kepada semua civitas akademika Universitas Budi Luhur, Jakarta. Kami ikut senang hati berbangga salah satu Institusi Budi Luhur memberikan perhatian kepada para Tenaga Kesehatan yang saat ini sedang melayani dan berjuang untuk melawan Covid-19. Mohon doa restunya agar wabah ini cepat selesai dan kita kembali normal seperti sediakala, ” ujar Syahril.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X