Tips Interaksi dengan Hewan Peliharaan di Tengah Corona ala Pakar IPB

Kompas.com - 19/04/2020, 17:53 WIB
Ilustrasi hewan peliharaan ThinkstockIlustrasi hewan peliharaan

KOMPAS.com - Beberapa waktu lalu, seekor harimau di kebun binatang di New York, Amerika Serikat dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

Untuk pertama kalinya, spesies kucing besar terinfeksi virus corona. Wildlife Conservation Society (WCS) melaporkan harimau Melayu di Kebun Binatang Bronx, New York, positif Covid-19.

Tak hanya harimau, sejak virus corona SARS-CoV-2 mewabah ke seluruh dunia, hewan peliharaan seperti kucing juga dilaporkan terinfeksi Covid-19. Kasus pertama terjadi di Belgia, yang mana seekor kucing tertular virus corona dari pemiliknya.

Melansir Medical XPress, Senin (13/4/2020), sebuah studi baru yang dilakukan para peneliti di China melaporkan hasil tes virus corona baru ini pada kucing peliharaan, anjing, babi, ayam, bebek dan musang.

Baca juga: Angka Perceraian Meningkat Akibat Covid-19, Ini Saran Akademisi IPB

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science ini menemukan bahwa kucing dan musang lebih rentang terhadap infeksi virus corona SARS-CoV-2.

Kondisi tersebut nyatanya menimbulkan keresahan bagi pemilik hewan peliharaan dan masyarakat yang hidupnya dekat dengan kucing atau anjing, hingga mengakibatkan banyak pemilik hewan peliharaan melepas liar hewan kesayangannya itu.

Menurut Prof. Dr. Deni Noviana, dosen Fakultas Kedokteran Hewan IPB University yang juga Kepala Rumah Sakit Hewan Pendidikan IPB University, pemilik hewan diharapkan tidak panik karena kasus tersebut hanya sedikit sekali terjadi.

Baca juga: Guru Besar UGM: Perokok Rentan Terinfeksi Covid-19

“Saat ini penularan COVID-19 antara hewan ke hewan lain belum ada bukti. Belum ada juga bukti secara ilmiah yang menjelaskan penularan itu dari hewan ke manusia,” kata Prof. Deni melansir dari laman IPB, Jumat (17/4/2020).

Intinya, lanjut Prof. Deni, jangan sampai kita melakukan tindakan berlebihan.

"Karena paranoid, jadi hewan peliharaan dilepas liar sebagaimana yang terjadi di China dan wilayah lain. Jadi sebisa mungkin kita tetap harus wajib memelihara hewan-hewan tersebut,” ujarnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X