Kompas.com - 04/05/2020, 13:56 WIB
Suasana kampus Universitas Brawijaya, Kota Malang, Rabu (17/7/2019) KOMPAS.com/ANDI HARTIKSuasana kampus Universitas Brawijaya, Kota Malang, Rabu (17/7/2019)
|

KOMPAS.com - Hingga kini, pembelajaran siswa masih dilakukan secara daring atau online. Ini tentu karena adanya wabah virus corona yang terjadi di Indonesia juga di belahan dunia.

Hanya saja, banyak kendala ditemui ketika siswa harus mengikuti pembelajaran daring. Selain masalah jaringan internet, materi yang disampaikan oleh guru kurang mengena.

Menanggapi persoalan pembelajaran daring, Akademisi yang juga Pakar Pendidikan Universitas Brawijaya (UB) Aulia Luqman Aziz menyatakan bahwa proses pembelajaran yang dilakukan selama pandemi Covid-19 ini memberikan sebuah pelajaran.

Pelajarannya ialah kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka lebih efektif dibandingkan dilakukan secara online.

Baca juga: Ini 3 Kontribusi UB Mengentaskan Kemiskinan, hingga Raih Peringkat 73 Dunia

"Selamanya profesi guru tidak akan tergantikan oleh teknologi," ujar Luqman seperti dikutip dari laman resmi UB, Sabtu (2/5/2020).

Pembelajaran terbaik adalah tatap muka

Menurut dia, pembelajaran penuh secara daring akhir-akhir ini banyak menimbulkan keluhan dari siswa maupun orangtua.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tidak hanya di Indonesia, tapi juga di negara maju seperti Amerika Serikat. Bagaimanapun, pembelajaran terbaik adalah bertatap muka dan berinteraksi dengan guru dan teman-teman.

Dia menilai, proses belajar mengajar secara tatap muka ada nilai yang bisa diambil oleh siswa. Seperti proses pendewasaan sosial, budaya, etika, dan moral yang hanya bisa didapatkan dengan interaksi sosial di suatu area pendidikan.

Perubahan sosial yang tiba-tiba terjadi sebagai akibat merebaknya penyebaran Covid-19, menyebabkan kegagapan dalam proses penyesuaian kegiatan belajar mengajar.

Sehingga, tidak mungkin jika sebuah pembelajaran ideal dicapai di masa pandemi seperti saat ini.

Oleh karena itu, guru dan dosen harus cepat menyesuaikan keadaan dengan mengubah target capaian, dan kemudian metode pembelajarannya.

"Jangan sampai guru dan dosen membebani siswa dengan pembelajaran di saat siswa mengalami keterbatasan sosial dan ekonomi," katanya.

Harus ada kelonggaran target

Luqman mengatakan, jika memang belum siap dengan datangnya pandemi, maka seharusnya pemerintah memberikan kelonggaran target yang dituju.

Siswa tidak dapat fasilitas akademik dan sosial yang memadai untuk belajar, tapi targetnya tetap.

Gambarannya seperti pemain bola yang cedera kakinya, maka latihan-latihan yang ditargetkan untuk dia otomatis dikurangi dulu hingga kondisinya normal kembali.

"Jadi yang awalnya harus bisa nendang bola sejauh 100 meter, sekarang yang penting bisa lari-lari kecil dulu," ujar Luqman.

Kembalinya peran orang tua

Hanya saja, menurut Luqman, meski masih banyak kelemahan dalam proses pembelajaran, namun pelajaran positif yang bisa diambil dari pendidikan di masa Covid-19 ini adalah kembalinya peran orang tua sebagai madrasah belajar anak.

Namun, fondasi penting dari segala pendidikan adalah waktu yang berkualitas dihabiskan oleh orangtua bersama anaknya.

Baca juga: Profesor UB: Gunakan Strategi Tidak Bosan untuk Tingkatkan Imun

Seperti bimbingan, aturan, ilmu, dan wawasan yang dibagikan oleh orangtua akan banyak bermanfaat bagi sang anak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.