Kompas.com - 09/05/2020, 11:35 WIB
Robot Amy mengenakan pelindung wajah (face shield) saat simulasi membantu petugas medis dalam menangani pasien virus corona (Covid-19) di Rumah Sakit Pertamina Jaya (RSPJ), Jakarta, Kamis (16/4/2020). RSPJ mengerahkan dua robot untuk membantu petugas medis menangani pasien Covid-19. AFP/ADEK BERRYRobot Amy mengenakan pelindung wajah (face shield) saat simulasi membantu petugas medis dalam menangani pasien virus corona (Covid-19) di Rumah Sakit Pertamina Jaya (RSPJ), Jakarta, Kamis (16/4/2020). RSPJ mengerahkan dua robot untuk membantu petugas medis menangani pasien Covid-19.
|

KOMPAS.com - Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan layanan pengujian kualitas alat pelindung diri (APD).

Adapun APD itu seperti masker, face shield, pakaian, dan goggle. Program ini dalam upaya pencegahan dan penanganan virus corona atau Covid-19.

Tak hanya itu saja, program layanan ini juga bentuk sinergi dengan ruang lingkup Gugus Tugas Covid-19 DIY di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Ini di bawah koordinasi Kabid Pengawasan Ketenagakerjaan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja Disnakertrans DIY, dimana Fakultas Farmasi UGM terlibat di bidang tersebut.

Baca juga: Akademisi UGM: Ini Bentuk Perilaku Baru Karena Wabah Corona

Program layanan pengujian kualitas alat pelindung diri ini dikoordinasi secara teknis oleh Laboratorium Advanced Pharmaceutical Sciences (APS).

Untuk pengujian APD itu menggunakan protokol pengujian/pemeriksaan daya tembus cairan yang diadaptasi dari American Association of Textile Chemists and Colorists (AATCC) 42 Water Resistance.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tentu, protokol ini didasarkan pada cara penularan virus corona seperti melalui droplet-droplet kecil yang dikeluarkan pasien ketika bersin atau batuk.

3 area berlubang

Dari pengujian itu ditemukan bahwa pada bagian tertentu terdapat lubang atau pori yang menyebabkan cairan masuk, seperti:

  • jahitan
  • area leher
  • bagian kancing APD

Hal ini bisa membahayakan bagi tenaga medis yang menggunakan karena ada potensi tertular. Nantinya, hasil dari pengujian bakal disajikan dalam bentuk prosentase daya tembus cairan, permasalahan lain terkait APD, serta rekomendasi.

Melansir laman Fakultas Farmasi UGM, Sabtu (9/5/2020), Arif Nur Ikhsan, relawan dari mahasiswa S2 Ilmu Farmasi mengatakan bahwa pihaknya bersama-sama dengan sivitas akademika membantu melakukan pemeriksaan kualitas APD.

Semua demi menjamin keamanan ketika digunakan oleh para tenaga medik dan tenaga kesehatan dalam penanggulangan virus corona.

Sementara Wakil Dekan Fakultas Farmasi UGM Dr rer nat Endang Lukitaningsih, M.Si., Apt menambahkan, bahwa pihaknya juga bekerjasama dengan stakeholders.

Baca juga: Akademisi UGM: Tingkatkan Daya Tahan Tubuh dengan Konsumsi Prebiotik

"Kami bekerjasama dengan beberapa stakeholders untuk memeriksa sampel APD yang akan digunakan oleh tenaga medis dan tenaga kesehatan," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.