Kompas.com - 09/05/2020, 23:03 WIB
Warga kompleks perumahan Villa Galaxy membatasi keluar masuk orang pada hari pertama penerapan PSBB di Kota Bekasi (15/4/2020). Kompas.com/Lusia Kus AnnaWarga kompleks perumahan Villa Galaxy membatasi keluar masuk orang pada hari pertama penerapan PSBB di Kota Bekasi (15/4/2020).

KOMPAS.com - Wabah Pandemi Covid-19 menciptakan perilaku baru di tengah masyarakat Indonesia. Hal tersebut terlihat dari tindakan sederhana mencuci tangan dengan sabun dan menggunakan masker menjadi hal yang tiba-tiba spesial.

Kedua tindakan tersebut mungkin dianggap sebagai sesuatu yang asing di masa lalu. Analisis tersebut disampaikan oleh Prof. Edy Meiyanto dari Cancer Chemoprevention Research Center Fakultas Farmasi UGM.

“Apabila menilik dari status pandemi yang ditetapkan WHO pada Covid-19 ini kita dapat membayangkan betapa pada kehidupan kita sebelum ini merupakan kondisi yang sangat ideal bagi penyebaran dan perkembangbiakan virus," ujar Prof. Edy.

Kebiasaan mencuci tangan saat ini seolah-olah menjadi suatu terobosan mutakhir yang terasa mewah. Hal ini menunjukkan betapa masyarakat di masa lalu tidak terbiasa berperilaku dengan gaya hidup bersih dan sehat.

“Sebelum Covid-19, orang tidak akan ambil pusing ketika harus bepergian atau berinteraksi dengan orang lain. Mungkin dianggap tidak umum melakukan cuci tangan selepas menggunakan atau menyentuh fasilitas umum," terangnya.

Baca juga: 4 Cara Mudah Ajak Balita Cuci Tangan dengan Benar

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ditambah lagi soal etika batuk dan bersin yang benar. Hal ini mungkin dianggap berlebihan jika harus menggunakan masker di tempat-tempat umum.

Namun, hal tersebut kini menjadi hal biasa yang dilakukan dari tukang sapu, tukang becak, pedagang asongan, sampai para pejabat negara.

“Tanpa kecuali mereka pun kini ramai-ramai mengampanyekan perilaku hidup bersih dan sehat. Fenomena yang sama sekali baru bagi penduduk dunia pada abad ini," jelasnya.

Berbagai perilaku baru ini ternyata justru menciptakan suatu kondisi normal yang baru (new normal). Pepatah every clouds had its silver lining sangat cocok menggambarkan situasi ini.

Pandemi Covid-19 menggiring masyarakat secara paksa terdidik untuk menerapkan gaya hidup sehat dan gaya hidup bersih tanpa terkecuali.

“Bagaimana memasak makanan sendiri menjadi lumrah. Menggunakan masker menjadi umum. Mencuci tangan sebelum makan menjadi kebiasaan. Orang menjadi lebih sadar untuk menjaga makanan dan memilah jenis makanan yang baik bagi kesehatan tubuh," ujar Prof. Edy.

Menurutnya, masyarakat secara sukarela menerapkan gaya hidup sehat dengan rutin berolahraga dan beristirahat cukup demi meningkatkan sistem pertahanan tubuh alami.

"Seolah-olah dengan adanya pandemi ini masyarakat justru menjadi lebih mawas dengan istilah-istilah kesehatan yang sebelumnya seringkali terabaikan, dianggap remeh, atau justru menjadi momok," ucap Prof. Edy.

Meski tidak tahu kapan semua orang berharap pandemi ini segera berakhir. Sebab, orang sudah mulai jengah dengan berdiam diri di rumah dan mencari-cari alternatif aktivitas menunggu semuanya kembali normal.

Redefinisi kondisi normal

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.