Kompas.com - 09/05/2020, 23:03 WIB
Warga kompleks perumahan Villa Galaxy membatasi keluar masuk orang pada hari pertama penerapan PSBB di Kota Bekasi (15/4/2020). Kompas.com/Lusia Kus AnnaWarga kompleks perumahan Villa Galaxy membatasi keluar masuk orang pada hari pertama penerapan PSBB di Kota Bekasi (15/4/2020).

Lulusan Farmasi UGM, Irfani Aura Salsabila menambahkan situasi sekarang ini menuntut untuk meredefinisi soal kondisi normal yang baru.

Menurutnya, ini penting sebab di saat pandemi berakhir bukan berarti masyarakat dapat begitu saja kembali kepada pola kehidupan lama.

“Apakah tidak mubadzir menyia-nyiakan kebiasaan bagus yang sudah terlanjur terbentuk selama masa pandemi ini? Apabila pandemi berakhir, perlu diketahui bahwa virus-virus penyebab penyakit Covid-19 tidak berarti lenyap dari muka bumi," kata Salsa.

"Justru akan timbul ketidakseimbangan alam semesta apabila virus dan bakteri lenyap dari muka bumi karena toh setiap makhluk di muka bumi pasti memiliki perannya sendiri dalam menjaga dinamisme harmoni kehidupan," tuturnya.

Pada dasarnya bakteri dan virus, materi-materi mikron dan nano tak kasat mata tersebut sudah ada dari sejak dulu kala.

Baca juga: Bersiap Hadapi New Normal Life Saat Karantina Covid-19 Berakhir, Seperti Apa?

Bakteri, virus, dan materi-materi mikron itu akan terus ada sepanjang kehidupan alam semesta. Hanya karena ukurannya yang super kecil dan tidak tampak oleh penglihatan manusia bukan berarti ia lantas tidak ada.

“Diperlukan kesadaran bahwa kita tidak pernah aman dari risiko paparan infeksi virus maupun bakteri selama masih bersama hidup saling berdampingan di alam jagad raya yang sama," tuturnya.

Oleh karena itu, untuk menjaga kehidupan manusia agar tetap lestari tentu tidak salah jika kondisi new normal yang telah berjalan selama ini tetap dijalankan dan dibentuk menjadi perilaku kebiasaan.

Upaya mempertahankan ini tentunya akan menaikkan derajat kualitas kehidupan umat manusia secara berjamaah tanpa memandang status negara dan kondisi geografi.

Untuk itu, konsistensi menjadi kunci sehingga diperlukan komitmen untuk menjaga keberlangsungan hidup yang lebih baik bersama-sama.

Semua unsur masyarakat yang kini juga telah melakukan adaptasi hidup bersih dan sehat perlu terus mengembangkannya dengan berbagai program dan kegiatan yang berkelanjutan.

Untuk menjaga keberlanjutannya tersebut tentu tidak cukup kiranya kalau hanya dibebankan begitu saja kepada masyarakat.

Diperlukan pengembangan program untuk menjaga keseimbangan biotik (makhluk hidup) dan abiotik (kehidupan sosial ekonomi) yang saat ini sudah dirintis bersama, termasuk hubungan dan kepedulian sosial.

“Semua lembaga, misalnya pendidikan, sosial keagamaan, infrastruktur ekonomi, kesehatan, dan utamanya pemerintahan harus menyiapkannya dengan baik dalam menyambut kondisi pasca Covid-19 nanti agar terjaga harmoni kehidupan yang sehat dan produktif," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.