Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/05/2020, 14:27 WIB

KOMPAS.com - Wabah Covid-19 serta kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mengharuskan banyak orang lebih sering berinteraksi dengan gawai (gadget) untuk bekerja, termasuk para siswa saat belajar di rumah.

Kondisi selama pademi ini sudah tentu berakibat pada peningkatan penggunaan berbagai perangkat elektronik, khususnya beberapa gawai seperti smartphone, tablet dan laptop atau notebook.

Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, telah terjadi kenaikan konsumsi listrik rumah tangga sebesar 1-3 persen sejak adanya himbauan bekerja dari rumah maupun belajar dari rumah.

Dosen Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB University Lilis Sucahyo mengatakan, paparan sinar radiasi layar atau monitor dari perangkat elektronik selama beraktivitas bisa menimbulkan efek samping.

Baca juga: Universitas Pertahanan Buka Pendaftaran S1, Bebas Biaya Kuliah

Walau pembelajaran atau bekerja daring (online) menjadi pilihan terbaik selama pandemi, namun adanya efek radiasi akibat terpapar gawai seharian juga perlu menjadi perhatian.

Di balik keindahan warna dan tampilan pada berbagai perangkat, lanjutnya, teknologi layar Light Emitting Diode (LED) yang banyak diaplikasikan pada berbagai perangkat seperti lampu, televisi, komputer, laptop, tablet dan smartphone, memiliki dampak negatif berupa pancaran sinar biru (blue light radiation).

"Beberapa pengguna laptop menyebutkan bahwa mereka mengalami rasa pegal pada mata akibat menatap layar dalam waktu lama, mata lelah, mata kering serta gangguan refraksi," paparnya seperti dilansir dari laman IPB, Selasa (5/5/2020).

Baca juga: 10 Politeknik Negeri Ini Masih Buka Pendaftaran, Subsidi Uang Kuliah

Lebih lanjut Lilis menjelaskan, sinar biru tergolong dalam jenis High Energy Visible (HEV) yaitu cahaya tampak dengan tingkat energi yang besar.

Karakteristik sinar tersebut memiliki panjang gelombang pendek sekitar 380-500 nanometer dengan tingkat energi yang besar seperti sinar ultraviolet yang berbahaya bagi penglihatan manusia.

Mata manusia memiliki kemampuan yang baik dalam menghalau sinar UV (ultraviolet) tetapi tidak untuk sinar biru.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+