Menjadi Ilmuan Matematika, Vivi Alatas: Cita-cita dari Kecil

Kompas.com - 13/05/2020, 23:42 WIB
Tangkapan layar Program Belajar dari Rumah di TVRI DOK/TVRI/IRFANKAMILTangkapan layar Program Belajar dari Rumah di TVRI

KOMPAS.com – Program Belajar dari Rumah di TVRI hadir kembali dengan tayangan Matematika itu Menyenangkan! yang tayang pada pukul 10.00 – 10.30 WIB untuk SMA dan sederajat pada 13 Mei 2020.

Belajar dari Rumah adalah Program Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) memberikan alternatif pendidikan bagi semua kalangan di masa darurat Covid-19.

Baca juga: Matematika itu Menyenangkan! Belajar di TVRI 13 Mei 2020 untuk SMA

Dalam tayangan tersebut seorang ilmuan matematika dari Indonesia, Vivi Alatas yang kini bekerja menjadi Ekonom Bank Dunia untuk menyelesaikan masalah kemiskinan, menceritakan perjalan yang berawal dari kecintaanya terhadap matematika.

Dari awal vivi sudah terpesona pada angka dan logika, masa kecil nya di sekolah dikelilingi orang orang yang membuatnya tertarik pada pelajaran yang dianggap susah ini.

“Jadi sejak kelas 2 SD itu anak-anak sering ditanyain cita-citanyain itu apa, kebanyakan jaman saya dulu kalo ditanya kalo ga jadi dokter jadi insinyur tapi saya bilangnya mau jadi ahli matematika,” ujar Vivi.

Menurut Vivi ia sangat beruntung hampir selalu guru-guru matematikanya bukan hanya pintar tapi orang orang yang menyenangkan sehingga ia mengambil hipotesa; jangan-jangan matematika yang membuat mereka menjadi pribadi-pribadi yang menyenangkan.

Dunia butuh banyak saintis

Vivi mengatakan, “menjadi saintis dizaman ini di mana saja tidak sulit karena sekolahnya ada di mana saja artinya banyak sekali hal-hal asalkan niatnya kuat, terus istiqomah tekun, telaten, teliti," kata Vivi.

Dunia berubah, di era revolusi industri 4.0 dan digital teknologi membuat orang-orang harus mengembangkan kemampuan berpikir.

Menurut Vivi, "kalau saya pikir semua orang bisa pintar, semua orang bisa menyukai matematika dan bisa matematika, mungkin yang harus ditekankan adalah dasar-dasarnya punya."

"Sehingga ga keburu ga suka duluan. Kalaupun ga suka duluan banyak cerita orang orang yang terus mencoba melihat, akhirnya bisa melihat keindahannya,” lanjutnya.

Ia melanjutkan, “Matematika seperti apapun yang lainnya, ada pepatah bahasa Jawa witing tresno jalaran soko kulino artinya tambah lama dicoba tambah keliatan cintanya. Dunia butuh lebih banyak orang yang mau belajar apaan aja ada, ada Youtube, Google. yang penting terus mau dan percaya bahwa mampu.”

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X