Belajar dari Thailand, Kepatuhan Warga saat Lockdown Tekan Kasus Corona

Kompas.com - 20/05/2020, 11:40 WIB
Pengunjung mengantre untuk menaiki eskalator di mal Siam Paragon, Bangkok, Thailand, Minggu (17/5/2020). Mal-mal di Thailand dibuka lagi setelah angka penularan Covid-19 melambat. MLADEN ANTONOV/AFPPengunjung mengantre untuk menaiki eskalator di mal Siam Paragon, Bangkok, Thailand, Minggu (17/5/2020). Mal-mal di Thailand dibuka lagi setelah angka penularan Covid-19 melambat.

KOMPAS.com - Thailand menjadi salah satu negara yang berhasil merasakan manfaat kebijakan lockdown. Setelah hampir dua bulan dilakukan penguncian wilayah, pada 13 Mei 2020 dilaporkan tidak ada penambahan kasus baru Covid-19.

Mengutip Bangkok Post, Senin (18/5/2020) warga Thailand kembali merasakan nikmatnya berjalan-jalan ke mal setelah pemerintah setempat memberlakukan pelonggaran lockdown pada Minggu (17/5/2020).

Antrean panjang pun terlihat di pintu masuk sejumlah mal di Bangkok dan provinsi lainnya sebelum jam buka. Walau begitu, setiap pengunjung diminta untuk mendaftar sebelum memasuki lokasi, mengenakan masker, dan menjaga jarak aman.

Baca juga: Webinar UBL: Kepedulian Warga Argentina jadi Kunci Melawan Corona

Kenikmatan untuk jalan-jalan lagi ke mal atau menikmati jajan kaki lima di pinggir jalan yang sebelumnya dilarang selama lockdown itu, tentu bukan tanpa perjuangan.

Duta Besar Indonesia untuk Thailand Ahmad Rusdi menceritakan bagaimana ketat dan patuhnya warga Thailand saat menjalani lockdown.

Dalam Webinar Kuliah Ramadan yang diselenggarakan Universitas Budi Luhur melalui Instagram Live beberapa waktu lalu, Ahmad menyebut Thailand memiliki rakyat sangat patuh terhadap segala peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha, Thailand bertindak sangat cepat dengan mengeluarkan kebijakan keadaan darurat saat ditemukan adanya kasus positif Covid-19 untuk pertama kalinya.

Baca juga: Dibuka, Pendaftaran Beasiswa S1 di 8 Perguruan Tinggi BUMN 2020

" Lockdown yang diterapkan di sini cukup ketat dan komprehensif. Bahkan, termasuk kebijakan lockdown di Bandar Udara Suvarnabhumi dan Don Muang, sehingga turis-turis asing yang masuk ke Thailand itu diperketat," papar Ahmad.

Ada kebijakan jam malam

Tak hanya membuat aturan ketat ke luar rumah dan di bandara, Thailand juga menetapkan jam malam yang amat ketat dengan penjagaan dari polisi.

"Rakyat juga sangat patuh, sehingga benar-benar pada malam hari tidak ada yang keluar," imbuh Ahmad.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X