SBMPN 2020 Telah Dibuka, Ini 6 Alasan Politeknik dan Vokasi Jadi Pilihan

Kompas.com - 20/05/2020, 08:37 WIB
Pengajar di Politeknik Penerbangan Indonesia (PPPI) Curug Desy Apriliana. Dok PPI CURUGPengajar di Politeknik Penerbangan Indonesia (PPPI) Curug Desy Apriliana.

KOMPAS.com - Jalur Seleksi Bersama Masuk Politeknik Negeri (SBMPN) telah resmi dibuka hari ini, Selasa, 19 Mei 2020 secara daring oleh Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto.

Tahun ini sebanyak 42 politeknik negeri dari seluruh wilayah Indonesia berpartisipasi dalam SBMPN tahun 2020. Jalur SBMPN 2020 membuka kuota sekitar 40 persen dari sekitar 46 ribu kursi yang tersedia di politeknik negeri Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Vokasi Wikan Sakarinto menitipkan pesan kepada calon mahasiswa untuk memilih program studi nantinya sesuai dengan passion atau renjana.

Ia berpesan, "Anak muda jangan sekedar cari ijazah. Berani jujur masuk (pendidikan tinggi) karena passion, bukan karena bangga masuk kampus yang sedang tren."

"Jadilah profesional yang kompeten dan mencintai pekerjaan. Memilih prodi sebaiknya harus sesuai passion dan visi jelas. Mau jadi apa, bidang pekerjaan apa, pilihlah yang membahagiakan. Jangan hanya ikut teman dan pilihan orangtua" ujarnya.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut 6 alasan kamu perlu mempertimbangkan perguruan tinggi vokasi sebagai pilihan melanjutkan pendidikan:

Baca juga: SMBPN 2020 Resmi Dibuka, Ini Daftar Lengkap 42 Politeknik Negeri Peserta

1. Bergelar sarjana

Pada SBMPN ini ditawarkan prodi Sarjana Terapan (D4) dan prodi D3. Untuk Sarjana Terapan, yang se-level S1, menerapkan komposisi pembelajaran minimal 60 persen praktek dan 40 persen teori, sama dengan prodi D3.

Oleh karena itu, calon mahasiswa harus bisa menentukan passion, apakah condong ke praktikal dan penerapan ilmu pengetahuan, atau condong ke analisis dan pengembangan ilmu pengetahuan? Silakan.

2. Pilihan bekerja dan kuliah

Sebagian besar lulusan vokasi akan terjun dan mewarnai dunia kerja secara signifikan, dan sebagian lain yang menginginkan studi lanjut, maka bisa melanjutkan ke Magister (S2)

Terapan yang sudah mulai banyak dibuka di Indonesia, dan bisa juga melanjutkan di kampus-kampus ternama di luar negeri. Dan, kelak bisa juga melanjutkan ke jenjang Doktor (S3) Terapan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X