"Si Kumbi Anak Jujur, Episode: Suatu Hari di Museum Seni”, TVRI 27 Mei 2020

Kompas.com - 27/05/2020, 21:14 WIB

KOMPAS.com - Program Belajar dari Rumah di TVRI hadir kembali dengan tayangan Serial Cerita Anak, Si Kumbi Anak Jujur, Episode: “Suatu Hari di Museum Seni”, yang tayang pada pukul 08.30 - 09.00 WIB untuk SD Kelas 1–3 pada 27 Mei 2020.

Belajar dari Rumah adalah Program Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan alternatif pendidikan bagi semua kalangan di masa darurat Covid-19.

Si Kumbi Anak Jujur menyuguhkan beragam pembelajaran yang menarik mengajak penonton untuk selalu jadi orang berani, jujur dan hebat yang di sajikan tokoh utama bernama Kumbi, Tupi, Bimo, Osyi dan Ayi.

Baca juga: Si Kumbi Anak Jujur, Episode: Aduh Belum Bikin PR”, Belajar dari TVRI 26 Mei 2020

Berikut rangkuman ceritanya Si Kumbi Anak Jujur, Episode: “Suatu Hari di Museum Seni”:

Kanvas

Kumbi dan Osyi akan belajar melukis di museum seni. Sampai di museum Kumbi, Osyi, Tupi dan Ayi sudah siap, kemudian Bimo datang menyusul.

Kumbi kemudian bertanya kepada Bimo, "kanvas kamu ke mana Bimo?" Kemudian Bimo menunjukan "sepatu".

Kemudian Tupi bertanya, "kok sepatu Bimo?". Bimo mengatakan, "kemarin aku sudah ke toko buku dekat rumah ternyata kehabisan kanvas lukis. Mamaku punya sepatu kanvas tidak di pakai lagi. Yam aku bawa ini saja, kanvas juga kan." 

Kemudian Kumbi menjelaskan untuk melukis bisa pakai media apa tidak harus kanvas lukis.

Osyi mengatakan kalau dirinya membawa 2 kanvas. Dia membeli di toko buku dekat rumah Bimo kemarin.  Karena tinggal 2, Osyi membelinya semua.

“Aduh Osyi kok kamu beli semua, aku jadi tidak kebagian,” kata Bimo.
Osyi menjawab, “supaya kalau aku salah melukis, nanti bisa ganti kanvas, gitu Bimo”. kata Osyi.

“Osyi, melukis itu bukan pelajaran berhitung. Tidak usah takut salah. Itu ekspresi kita untuk berkarya, bahkan kalau melukis dengan cat minyak kanvas lama yang sudah ada catnya put bisa kita pakai kembali dengan lukisan baru”. 

“Kalau begitu, satu kanvasku buat Bimo deh, supaya kita bisa sama-sama melukis di kanvas lukis. Masa yang lain melukis di kanvas lukis, Bimo malah melukis di sepatu,” kata osyi.

“Wah kamu baik sekali Osyi," kata Bimo. “Ya iyalah aku kan anak jujur," sahut Osyi.

Museum

Di Museum pemandu memperlihatkan lukisan realisme dan abstrak. Kemudian pemandu mengatakan kalau hari ini pelajarannya melukis sayuran.

"Ada kol, daun sawi, ketimun dan tomat. Silahkan ke tempat masing-masing dan mulai melukis. Sampai satu jam ke depan ya, nanti kita akan diskusikan karya kalian. Jika ada kesulitan silahkan hubungi saya di ruangan samping, sampai nanti," ujar pemandu lukis.

“Hei Bimo, aku pinjam cat hijau kamu ya, cat hijau ku habis padahal aku mau melukis ketimun," kata Osyi. “Iya Osyi ambil saja, tapi kalau sudah dikembalikan ya, aku belum melukis ketimun, aku masih melukis tomat," jawab Bimo.

Mati lampu

Tiba-tiba lampu museum mati. Kemudian Kumbi menangkan teman-temannya dan berkata," jangan ada yang bergerak."

Selang beberapa waktu lampu kembali menyala. Terlihat muka Osyi penuh dengan cat.

“Osyi kenapa kamu ada di depan ku," tanya Bimo. “Aku kan tadi mau pinjam cat hijau, kenapa kamu mengecat muka ku," jawab Osyi kesal.

“Waduh maaf Osyi aku tidak sengaja, soalnya barusan mati lampu,” kata Bimo.

Tiba-tiba Kumbi kaget melihat ketimun di atas meja hilang.

“Astaga hilang ke mana ya, apakah di antara kita ada yang mengambilnya?” tanya Osyi.
Kemudian tupi mengatakan, “jangan-jangan saat lampu padam tadi ada pencuri ketimun.”

si Kancil

Kemudian Ayi melihat Kancil berlari membawa ketimun, dan merekapun mengejar kancil.

Akhirnya si Kumbi berhasil menangkap Kancil.

“Aku menyerah, ini aku kembalikan mentimunnya," kata Kancil. “Ayo ikut kami," kata Bimo.

“Kancil kenapa kamu mencuri?” tanya Kumbi. “Aku membutuhkan ketimun untuk bahan bakar pesawat ciptaan ku," jawab Kancil.

“Hah, bahan bahar pesawat pake ketimun? Hebat dong,” kata Bimo.

“Kamu hebat kancil, sabukmu juga hebat bisa menembus dunia lukisan tetapi sayang karena kamu mencuri jadi tidak hebat deh," ujar Tupi.

“Kancil kalau kamu membutuhkan ketimun untuk bahan bakar, kenapa tidak minta baik-baik saja, mencuri itu bukan perbuatan baik," jelas Kumbi.

“Iya aku minta maaf, aku coba minta baik baik deh”. Kata kancil.

Pemandu Datang

“Oh jadi ini yang mencuri ketimun-ketimun untuk model lukisan di museum ini," kata Pemandu.

“Maaf, aku siap mengembalikan ya, aku tidak akan mencuri lagi,” jawab Kancil menyesal.

“Kancil selama ini memang terkenal suka mencuri ketimun, bagaimana kalau mulai sekarang kamu tidak usah mencuri lagi?" tanya Pemandu.

“Iya, aku mau berusaha jadi anak jujur”. Kata kancil

“Nah kalau begitu ini ada ketimun satu karung, pakailah jika kamu membutuhkan. Di sini model lukisan bisa apa saja kok tidak harus ketimun, tapi lain kali minta lah baik –baik,” kata Pemandu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.