Kampus dan SMK Perlu Adaptasi Kebutuhan SDM di Era New Normal

Kompas.com - 27/05/2020, 23:23 WIB
New normal di restoran dengan menerapkan physical distancing. ShutterstockNew normal di restoran dengan menerapkan physical distancing.

KOMPAS.com - Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi) Kemendikbud, Wikan Sakarinto mengatakan sekolah menengah kejuruan ( SMK) dan perguruan tinggi perlu beradaptasi terkait sumber daya manusia (SDM) di dunia usaha dan dunia industri pada kondisi New Normal

Ia tak menampik bila kondisi kehidupan New Normal ke depan masih abstrak.

"Saya yakin industri merancang perubahan, ketika industri merancang perubahan, kampus dan SMK ikut dalam perubahan itu. Jangan sampai tak ikut perubahan," kata Wikan melalui telekonferensi di Jakarta pada Rabu (27/5).

Wikan menyebutkan, kampus dan industri juga harus duduk bersama untuk mengantisipasi kenormalan baru selepas pandemi ini.

Baca juga: Ini Padanan Kata New Normal dari Badan Bahasa Kemendikbud

Salah satunya yang bisa dilakukan pada tahun 2020, kampus-kampus vokasi didorong untuk berkolaborasi dengan industri agar menghasilkan karya-karya riset terapan yang mendukung tanggap darurat Covid-19.

“Bagaimana kurikulum dan skema pencapaian kompetensi sumber daya manusia dirancang bersama. Jadi, perubahan industri bergeser ke kondisi kenormalan baru, juga harus diikuti dinamikanya oleh kampus dan kurikulumnya," ujar Wikan.

Ia mengatakan, saat ini perguruan tinggi baru melakukan relaksasi di kurikulum. Relaksasi dilakukan untuk mempermudah kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

"Yang jelas kampus saat ini sedang melaksanakan relaksasi kurikulum yang applied dengan pandemi ini," tambah Wikan.

Sumber daya manusia di New Normal

Wikan menyebutkan kehidupan New Normal akan memunculkan generasi baru. Generasi tersebut adalah generasi dengan kemampuan menyesuaikan karakter yang baru sesuai kondisi New Normal.

"Industri yang mengalami penurunan. Tapi yang meningkat ada juga yaitu pembelajaran daring dan logistik. Sekarang kan masyarakat kan tidak mau berkumpul. Pasti karakter dan kompetensi di New Normal akan ada pergeseran," kata Wikan.

Baca juga: Menristek: Kondisi New Normal Harus Ada Pengelompokan Masyarakat

Konsep SDM baru di era New Normal, lanjut Wikan, sangat tergantung dengan penemuan vaksin. Menurutnya, sejauh ini karakteristik SDM yang dibutuhkan di era New Normal adalah menguasai kerja jarak jauh dan kemampuan berjejaring. 

"Ini (SDM) sulit untuk dijawab saat ini," kata Wikan.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X