Surat Siswa untuk Mendikbud: Perjuangan Cari Internet dan Rindu Sekolah

Kompas.com - 29/05/2020, 11:32 WIB
Di hari pertama bekerja setelah hari raya Idulfitri, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, membaca tiga surat dari siswa siswi terpilih. Dok. KemendikbudDi hari pertama bekerja setelah hari raya Idulfitri, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, membaca tiga surat dari siswa siswi terpilih.

KOMPAS.com - Lebih dari tujuh pekan, pandemi Covid-19 membuat siswa, guru, orangtua harus melakukan pembelajaran jarak jauh dengan beragam cerita suka dan juga kendala.

Di hari pertama bekerja setelah hari raya Idul fitri, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, membaca tiga surat dari siswa siswi terpilih.

Surat-surat tersebut merupakan hasil seleksi dari 6.689 surat yang dikirimkan oleh siswa SD dan guru se-Indonesia pada lomba Menulis Surat untuk Mendikbud yang berlangsung 11-17 Mei 2020 lalu.

Surat dari Rivaldi R. Yampata, siswa kelas IV SD 016 Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menjadi yang pertama dibacakan oleh Mendikbud Nadiem.

Baca juga: Cerita Guru Kiswanto Mengajar Jarak Jauh Murid SD Tanpa Internet

Rivaldi bercerita bagaimana ia harus hidup terpisah dari keluarganya untuk tinggal sementara di rumah kerabat agar bisa tetap mengikuti pembelajaran selama masa pandemi Covid-19.

Kondisi tersebut terjadi keluarga Rivaldi tidak memiliki fasilitas pembelajaran memadai seperti gawai maupun internet.

Berikut kutipan surat Rivaldi untuk Mendikbud, seperti dikutip dari laman Kemendikbud, Jumat (29/5/2020):

“Tahun ini saya dititipkan Mama dengan seorang guru yang sudah lama dikenal. Alhamdulillah selama saya di sini semua tugas yang diberikan guru, bisa saya selesaikan dengan baik karena dibimbing dengan kakak-kakak di rumah saya, Kak Abi dan Kak Tiara. Saya tidak punya HP jadi kalau buat video belajar mereka berdua yang merekam. Saya diberi teks yang harus saya hafal kan lalu mereka merekam saya melafalkan pelajaran itu misalnya bacaan salat dan kosakata bahasa Inggris beserta artinya.”

Baca juga: SBMPTN 2020 di Tengah Corona: Biaya UTBK Turun hingga Wajib Pakai Masker

Dalam keseharian bersama keluarga baru, Rivaldi juga bercerita kalau ia beternak lele menggunakan media drum dan berkebun.

Aktivitas tersebut membuat Nadiem terkesan. “Meskipun dalam krisis bagus bisa berkreasi menjadi wirausaha,” kata Nadiem.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X