New Normal, UI Pertimbangkan Sistem Kuliah Blended Learning

Kompas.com - 02/06/2020, 08:00 WIB
Rere atau Regina Septiarini Safri, mahasiswa S2 ilmu lingkungan di Universitas Indonesia di kos-kosannya d i Medan. Dia sudah memasuki bulan ke 3 tinggal di Medan dalam rangka mencari data untuk tesisnya. Dia tak bisa pulang ke Jakarta karena Corona. Dia berusaha menikmati segala keterbatasan dengan happy. IstimewaRere atau Regina Septiarini Safri, mahasiswa S2 ilmu lingkungan di Universitas Indonesia di kos-kosannya d i Medan. Dia sudah memasuki bulan ke 3 tinggal di Medan dalam rangka mencari data untuk tesisnya. Dia tak bisa pulang ke Jakarta karena Corona. Dia berusaha menikmati segala keterbatasan dengan happy.

KOMPAS.com - Universitas Indonesia akan mempertimbangkan percampuran sistem pembelajaran yaitu daring dan tatap muka (blended learning) di masa New Normal.

Hal itu dikatakan oleh Rektor Universitas Indonesia (UI) Prof. Ari Kuncoro saat menjadi pembicara dalam Webinar “Kampus Merdeka di Era dan Pasca COVID-19” yang dilakukan secara daring pada Jumat (29/5).

“UI mungkin akan menggunakan sistem campuran/blended learning, yaitu penerapan sistem daring dan tatap muka. Dengan adanya protokol kesehatan, maka kelas tidak akan mungkin terisi kapasitas 100 persen oleh mahasiswa," kata Prof. Ari dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.

Menurutnya, nantinya setengah mahasiswa belajar di kelas, setengahnya lagi belajar berkelompok secara daring di rumah secara bergantian.

Ia menambahkan, dosen tak harus selalu mengajar di dalam kelas.

"Bisa juga mengajar dari kantornya ataupun dari rumah, khususnya bagi mereka yang sudah sepuh,” kata Prof. Ari menjelaskan tentang pembelajaran di UI ketika kampus sudah diperbolehkan dibuka.

Baca juga: SBMPTN 2020 UI, 5 Prodi Saintek Ini Berdaya Tampung Besar

Prof. Ari menambahkan, “Demikian pula pelaksanaan konferensi ilmiah juga akan dilakukan melalui sistem daring dan penyediaan e-certificate."

Dalam kegiatan belajar mengajar nantinya, dimungkinkan juga akan dilakukan sistem graduate assitant.

"Dalam sistem ini, para asisten dosen akan direkrut dari lulusan/alumni, untuk membantu dosen senior melaksanakan perkuliahan dengan sistem daring,” katanya.

Pendidikan Tinggi Silaturahmi Budaya

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X